_

___Napoleon___

Usuario (Francia)

Primer post: 27 jun 2011Último post: 31 dic 2011
11
Posts
238
Puntos totales
140
Comentarios
T
Tablaturas para Harmónica blusera
Ciencia EducacionporAnónimo8/28/2011

_________________________________________________________________________________________________ATTAQUE 77 - HACELO POR MIArmónica en C5 (4) (4) 4 4 (4) – 5 5 6 (6) 5 5 (4) 5- (5) 5 (5) 6 (5) 5 (5) (5) 6 6 (5) 5 (5) 5 (5) 5 (4)-Se Repite Varias Veces.La Otra Estrofa Es(5) 5 (5) 4 4 (4) 4 4-(3) 4 (4) 5 6 5 5 (4) 5 (4) 4 (3) (4) 4 4 4 5 (4) (4) 4 (4) 4 (3) 4 (4)4 5 5 (3) (4) 4 5 5 (3) (4) 4 5 5 (3) (4) 4__________________________________________________________________________________________________BACILOS - TABACO Y CHANNELArmónica en do(c)Introducción(3)6(3)6(3)(3)6 6(3)6(3)(3)(7)(7)(6)6(5)6(6)6 5 4 3(3)(4)5 6 6 5 5(4)(3)6(5)6(5)5(5)5 4 33 (3BENDING) (3)(3)4(4)__________________________________________________________________________________________________BERSUIT VERGARABAT - UN PACTO(Armónica En C)5 6 6 6 6 5 5 5 6 6 6 6 5 65 5 6 5 5 5(4) (4)4 5(4)44(3)4 5(4)(4)4 4 4(3)4 5(4)44(3)4 5(4)(4)4 5 (4) 4____ [(7)larga 7(7)(6)(7)]de terror__________________________________________________________________________________________________Intoxicado, loco y sin humor.[ 7(7)b 6(6)(7)7(7)7(8)8b (8)8(8)a 7(7)a 7(7)a6(6)(7)7(7)7(8)8b (8)8(8)a 7(7)a 7(7)a(7)(7)(7)(7)(8)(7)6 6 6 6 6(7)6(4)5 6 6]8 (8)8(8)aY hoy quiero darle rienda a esta superstición... (ohh... ohh...)7(7)a 7(7)a 6(6)(7)7(7)7(8)8b (8)8(8)aUn pacto para vivir... (ohh... ohh...)7(7)a 7(7)a 6(6)(7)7(7)7(8)8b (8)8(8)aUn pacto para vivir (ohh... ohh...)7(7)a 7(7)a (7)(7)(7)(7)(8)(7)6 6 6 6 6(7)6(4)5 6 6 5 6 6Un pacto para vivir[] imita el acordeón ____ inmediatamente después a 2 tiempos b 3 tiempos__________________________________________________________________________________________________BERSUIT VERGARABAT - MURGUITA DEL SURIntro [(4),(4),(4), (4)(4)]x6(A) Cuatro ebrios(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)5(4)(4)5(5)5(5)5(5)5(5)5 6(5)6(6)6(5)5(4)5(5)6(5)5(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)(4)(B) Baila baila6(5)5(4)6(5)5(4)6(5)5(4)(4)6(5)5, (4)5(4)5(5)6(5)6(6)6(5)5(4)5(5)6(5)5(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)(4)(C) Por qué(4)6larga 6(5)(6)6 6(5)(6)66(5)(6)6 6(5)(6)6 6(5)(5)5 5(4)(4)4(5)larga (5)5 6(5)5 6(5)(5)(5)5 6(5)(5)5 6(5)(5)5 5(4)(4)4 45(4)4, 4 4 55(4)4, 4 4 4 5(4)(D) Oficinas(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)5(4)(4)5(5)5(5)5(5)5(5)5 6(5)6(6)6(5)5(4)5(5)6(5)5(4)5(5)5(5), 5 5 5 6(5)(4)(E) Con el tiempo6(5)5(4)6(5)5(4)6(5)5(4)6(5)5(4)5(4)5(4)5(5)6(5)6(6)6(5)5(4)5(5)6(5)5(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)(4)(F) Cual és(4)6larga 6(5)(6)6 6(5)(6)66(5)(6)6 6(5)(6)6 6(5)(5)5 5(4)(4)4(5)larga (5)5 6(5)5 6(5)(5)5 6(5)(5)5 6(5)(5)5 5(4)(4)4 45(4)4 4 4 55(4)4 4 4 55 5 5(4)4 4 4 5(4)4 4 5 5 6 6Repite Intro(G) Cuatro hebrios(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)5(4)5(5)6 6 6(5)(6)6 5(5)6 6 6(5)(6)6(4)5(5)5(5)5(5)5 6(5)5(4)5(5)6 6 6(5)(6)6 5(5)6 6 6(5)(6)6Fin[6(5)5(4)6(5)5(4)5(5)6 6 6(5)(6)6 5(5)6 6 6(5)(6)6]x4Arreglo final5(5)6(5)5 5(4)con tremolo__________________________________________________________________________________________________BERSUIT VERGARABAT - NEGRA MURGUERA(Armónica En C)Con un curda se despierta()Sos la murga que nace...6 7 8 (8) 7 (8) 7 8 (8) 7 (7) 7 (8) 8(6) 7 (9) 8 (9) 8 (9) 8 8 (8) 87 7 (9) 7 7 7 (7) 8 (8) 7 (7) 7 (8) 8(6)(9) 8 (9) 8 (9) 8 (9) 8 8 8 (8) 8__________________________________________________________________________________________________Murga murguera...8 8 8 (9)(9)(9) 8 (8)(9) 8 (9) 8 (8) 8 8(7)(8) 7 (7)(8)__________________________________________________________________________________________________Al suburbio mundano...6 7 8 (8) 7 (8) 7 8 (8) 7 (7) 7 (8) 8(6) 7 (9) 8 (9) 8 (9) 8 8 (8) 87 7 (9) 7 7 7 (7) 8 (8) 7 (7) 7 (8) 8(6) 7 (9) 8 (9) 8 (9) 8 8 (8) 8__________________________________________________________________________________________________Murga murguera...8 8 8 (9)(9)(9) 8 (8)(9) 8 (9) 8 (8) 8 8(7)(8) 7 (7)(8)__________________________________________________________________________________________________Murga murguera...8 8 8 (9)(9)(8)(8) 8 (9) 8 (8)(9) 8 (8)(9) 8 8 (8) 8 8(7)(8) 7 (7)(8)__________________________________________________________________________________________________A tocar hasta que sangren las manos...(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)(5)(6) 7 8 8 (8)__________________________________________________________________________________________________En medio de la resaca...(7) 6 (7) 7 (8) 7 (7) 6 (7) 7 (8) 9 (9) 7 7 7 (6) 7 (7) 7 (7)(6)(7) 6 (7) 7 (8) 7 (7) 6 (7) 7 (8) 9 (9) 7 7 7 (6) 7 (7)__________________________________________________________________________________________________(Tarareo)7 7 (9) 8 (8) 7 (9)(9)(9) 8 (8)(7) 7 (8) 87 7 (9) 8 (8) 7 (9)(9)(9) 8 (8)(7) 7 (8) 87 7 (9) 8 (8) 7 (9)(9)(9) 8 (8)(7) 7 (8) 87 7 (9) 8 (8) 7 (9)(9)(9) 8 (8)(7) 7 (8) 8__________________________________________________________________________________________________Sos la musa minusa...6 7 8 (8) 7 (8) 7 8 (8) 7 (7) 7 (8) 8(6) 7 (9) 8 (9) 8 (9) 8 8 (8) 87 7 (9) 7 7 7 (7) 8 (8) 7 (7) 7 (8) 8(6) 7 (9)(9) (9)(9) 8 8 (8) 8__________________________________________________________________________________________________Negra murguera...8 8 8 (9)(9)8 (9) 8 (8)(9) 8 (8) 8 (8) 7 (8)(8)(7)(8) 7 (7)(8)__________________________________________________________________________________________________En la calle la me dicen()Negra murguera...8 8 8 (9)(9)8 (9) 8 (8)(9) 8 (8) 8 (8) 7 (8)(8)(7)(8) 7 (7)(8)__________________________________________________________________________________________________Negra murguera...8 8 8 (9)(9)8 8 8 (9) 8 (8)(9) 8 (8) 8 (8) 7 (8)(8)(7)(8) 7 (7)(8) 8 9 (9) 8 9__________________________________________________________________________________________________Y me dan ganas de meter la pata...(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)(5)(6) 7 8 8 (8)(7)(7)(8) 7 (6)__________________________________________________________________________________________________Y me dan ganas de Negra murguera...(5)(6) 7 8 8 (8) 8 8 8 9 (9)(5)(6) 7 8 8 (8) 8 8 8 9 (9)(5)(6) 7 8 8 (8) 8 8 8 9 (9)(5)(6) 7 8 8 (8) 8 8 8 9 (9)(5)(6) 7 8 8 (8)__________________________________________________________________________________________________El mientras vuelve a su casa...(7) 6 (7) 7 (8) 7 (7) 6 (7) 7 (8) 9 (9) 7 7 7 (6) 7 (7) 7 (7)(6)(7) 6 (7) 7 (8) 7 (7) 6 (7) 7 (8) 9 (9) 7 7 7 (6) 7 (6) 7 (7)(6)(7) 7__________________________________________________________________________________________________BERSUIT VERGARABAT - QUE PASO(Armónica En C)6 6 6 6 6 6 6 4 4 4 5 5 5 5 5(5)5 46 6 6 6 6 6 6 6 4 4 5 5 5(5)5 4 4(4)56 6 6 6 6 6 4 4 4 5 5 5 5 5(5)5 46 6 6 6 6 4 4 5 5 5(5)5 4 4(4)5Estribillo6 4 5 5 4(4)6 4 5 5 4(4)Todo el tema suena en base a esta primera estrofaNo me digas eso(5)(5)(5)(5)(6)(5) 5 5 5 5 6 5__________________________________________________________________________________________________CHARLY GARCIA - RASGUÑA LAS PIEDRAS5 (5) 5 (5) 6 (4) - (4) 4 (4) 4 (4) 5 (3) -(6) (6) 6 (5) 5 (5) 5 4 5 (4) - Se toca toda la estrofa dos veces.ESTRIBILLO5 6 (6) (6) (6) 6 5 4 - 5 6 (6) (6) (6) 6 5 - 5 6 (6) (6) (6) (6) 6 (5) 5 (4) 4 5 (4) 4CHARLY GARCIA - TU VICIOEsto es para el principio, en vez del punteo. ACLARACION una 'b' al lado de un numero aspirado, entre paréntesis, (4)b, significa que esa nota debe ser tocada pronunciando 'tuuuuaaaaaaa'.4 5 6 (6) (6) 6 – (6) 6 (6) 6 - 5 4 (4)b (4)b 4 - 3 4 5 5 5 (4)b -- 5 (4) 5 (4) 3 2 (3)b 3 - 4 (3)b 3__________________________________________________________________________________________________DIEGO TORRES - COLOR ESPERANZADiatónica en C (Do)Se, que hay en tus ojos con solo mirar...656(6)(6)6(5)(5)5(4)444(4)5(5)56(6)6434(4)434(4)5(5)54(4)Se, que las ventanas se pueden abrir...656(6)(6)667(7)(6)544(4)5(5)56(6)6434(4)434(4)5(5)54(4)Saber que se puede, querer que se pueda...55(4)453 55(5)5(4)4(5)(5)5(4)(5)5 (5)(5)5(4)4(3)Pintarse la cara color esperanza...66(6)665 6(5)5(4)(4)444(4)5(4)4 4(5)54(4)Es mejor perderse que nunca tentar...656(6)(6)6(5)(5)5(4)444(4)5(5)56(6)6434(4)434(4)5(5)54(4)Ver que lo imposible se puede lograr...656(6)(6)667(7)(6)544(4)5(5)56(6)6434(4)434(4)5(5)54(4)Sentirás que el alma vuela...5(4)4 4(6)(5)655(4)4 (4)5(5)(4)Saber que se puede, querer que se pueda...55(4)453 55(5)5(4)4(5)(5)5(4)(5)5 (5)(5)5(4)4(3)Pintarse la cara color esperanza...66(6)665 6(5)5(4)(4)444(4)5(4)4 4(5)54(4)Vale mas poder mirar que solo buscar ver el sol...5(4)4 (3)5(4)4 5(6)656 6(6)6Pintarse la cara color esperanza...66(6)665 6(5)5(4)(4)444(4)5(4)4 4(5)54(4)Saber que se puede, querer que se pueda...55(4)453 55(5)5(4)4(5)(5)5(4)(5)5 (5)(5)5(4)4(3)Pintarse la cara color esperanza...66(6)665 6(5)5(4)(4)444(4)5(4)4 4(5)54(4__________________________________________________________________________________________________DIVIDIDOS - EL BURRITOLuego de la presentación del cóndor k dice algo como 'al vicirierpresentiquirakar...'va lo siguiente(4) (4) (4) (4) - (4) (4) 4 (3) - (2) (4) (4) (4) (3) (2) (3) - (5) (5) 5 (3) (4)(3) (4) (4) 4 3 (3) 3 - (4) (4) (4) 4 3 (3)3 (3) 3 (3) 3 (3) 3 - (4)(3) (3) (2) (3)el burrito sencillo va solito al corral...(4) 4 (3) (2) ... (3) (3) (3) 2 (2)buscando el amo bueno k te de libertad...(5) (4) (5) (4) 4 (3) (2) - (3) (4)(5) (4) 4 2 (2)cuantas veces corro y no te puedo alcanzar...(5) 5 (5) 5 (5) (4) (3) (2) - (2) (3) 2 (2)yo me pongo tu uniforme y vos me das de morfar...(4)(5) 4 (4) 4 (4) 4 (3) 2 (2)las partes siguientes k faltan son muy similares y usan las mismas notas, ahora va el solo(4)(5) (4) (4) 4 (3) --(5) 5 (4) 4 .... (5) 5 (4) (5) 5 (4) 4 (3) (4) (4) 4 (3) (2) (3)(2) (3)(2) (3) 3 (3)(3) (4) 4 (3) (2) (3)(4) (5)(4) 5 (4) - (4) (5)(4) 5 (4)(4) (5)(4) - (4) (5)(4) - (4) (5)(4) - (4) (5)(4) - (2) (3)__________________________________________________________________________________________________FABIANA CANTILO - MI ENFERMEDADHecho en Armónica en Do.7 7 7 7 (7) (6) 6 (6) 6 (6) 6 6 - 5 6 6 (6) 57 7 7 7 (7) (6) 6 (6) 6 (6) 6 6 - 6 (7) (8) 77 7 7 7 (7) (6) 6 (6) 6 (6) 6 6 - 7 (7) 6 (6) (7) (6) - (4) 5 (5) (6) (6) 6 6 5 (4) 47 7 (7) (7) (7) (7) (6) 7 (7) 6 - 7 7 (7) (7) (7) (6) (6) 6 67 7 7 7 7 (7) (7) (7) 7 (8) 8 7 (6) - (4) 5 (5) (6) (6) (6) 6 5 (4) 4__________________________________________________________________________________________________FITO PAEZ - UN VESTIDO Y UN AMOR(3) (5) (5) 4 4 4 4 4 (5) 5 (6) (4)(4) 5 5 5 (5) 4 4 4 (3) (6)(6) (6) (6) (6) (6) 6 5 (5) 4 55 (5) 4 (4) 3 3 (4)todo eso se repite una vez mas.est(6) 5 (5) 4 (4) 4 (5) 6 6(7) (7) (7) (7) (7) (7) 7 7 6 6 (6)(6) 5 (5) 4 (4) 4 (5) 6 6(6) (6) (6) (6) (6) (6) (6) (4)(6) (6) (6) (6) (6) 6 (6)4 (6) (6) (6) (5) 5 5 (5) (5) (5) (5) 4(6) 6 7 (7) 10 106 6 6 6 7 (7) (4) (4) (4)se repite 2 veces mas la primera parte y luegosolo una vez mas el est.y la ultima parte seria algo asi(4) (4) 4 (5) 6 6te vi, te vi, te vi(6) (6) (6) (6) (5) 6 (4) (4) (4) (4)yo no buscaba a nadie y te vi.__________________________________________________________________________________________________GREEN DAY - WALKING ALONEArmónica en Do (C)6 (4)(3) 5 (4)Se repite durante los intermedios.__________________________________________________________________________________________________JOAQUIN SABINA - Y NOS DIERON LAS DIEZArmónica en Do mayorFa7 7 7 (7)(6) 7 (7)(6) 7 -Do(8) 7 6 (5) 5 6 (5) 5 6 -Rem Sol Do(6) 6 (5) 5 (4) 4 (4) 4 -Sol Do6 (6) 6 (5) 5 (4) 4 -Introducción, intermedio y final con (3) 4.__________________________________________________________________________________________________JOHN LENNON - IMAGINE5 6 5 6 (7) (7) (6) - 5 6 5 6 (7) (7) (6) -(6) 7 (6) 7 8 8 (8) 7 (6) - (3) (3) (3) 4 (4) - (4) 5 6(Esta parte de arriba se toca dos veces)7 7 (7) (6) (7) 7 6 - 7 7 (7) (6) (7) 6 -7 7 (7) (6) (7) 7 6 - 7 7 7 (8) 7 (8) 7. y vuelve al comienzo...__________________________________________________________________________________________________LEON GIECO - CANCION PARA CARITO3 5 (4) (5) 5 - (4) 4 (4) 4 (4) 5 3 - 3 5 (4) (5) 5 - (4) 4 (4) 4 (4) 5 (6) -3 (5) 5 6 (5) 5 (5) 6 - (5) 6 (5) (5) 5 (4) 5 6 - 5 6 (5) 5 (4) 5 (4) 5 (4) 4 (3) (4) 4... se toca dos veces estas estrofas.ESTRIBILLO4 corre hasta el 7 (6) - 7 (7) (6) (7) 6 - (7) (6) 6 (6) (5) (5) 5 (5) -(6) (6) 6 (5) 6 54 corre hasta el 7 (6) - 7 (7) (6) (7) 6 -(7) (6) 6 (6) (5) (5) (5) 5 (4) (4) (4) 4 (3) 4SOLO DEL FINAL4 (4) 5 (5) 6 (6) 6 - 6 6 6 (5) (5) 5 - 4 (4) 5 (5) 6 (6) 6 6 5 (5) (4) 5 5 4 (4) (3) 4 -4 (4) 5 (5) 6 (6) 6 - 6 6 6 (5) (5) 5 - 4 (4) 5 (5) 6 (6) 6 6 5 (5) (4) 5 5 4 (4) (3) 4 -La última frase se toca más rápido.__________________________________________________________________________________________________LEON GIECO - EL PAIS DE LA LIBERTADEl arreglo de la Introducción en armónica de DO mayor4 corre hasta 6 larga - 6 5 (4) - 5 (4) 4 (3)b (3)b 3(3) (4) - (3) (4) - (3) (4) - (3) (4) (3) (4) (3) 3__________________________________________________________________________________________________LEON GIECO - LA NAVIDAD DE LUISIntro4 5 6~ (6) 6 5 44 5 6 5 (5) 5 55 (4) 4 (4) 4 (4) 5 6(6) 6 (5) 5 5 4 (4) 5 (4) 4Coda7 (6) 6 (5) 5 (4) 4 (4) 4 (4)7 (6) 6 (5) 5 (4) (4) (4) 4~__________________________________________________________________________________________________LEON GIECO - PENSAR EN NADAQueda bien con cualquier Armónica.a) se toca 6 veces (4)b) (5) (5) (5) 5 (4) 4 (4) (4)c) (6) (6) 6 (5) 5 7 7 (6) 7d) Para terminar hay que tocar 3 4 varias veces ida y vuelta para lograr el efecto hasta que terminan en 4.__________________________________________________________________________________________________LEON GIECO - SOLO LE PIDO A DIOS (todo el tema)4 (4) 5 5 5 (4) (4) 4 - (6) (6) 6 - 6 6 (5) - 5 5 6 5 6 - 5 6 5 6 (4) - (4) 5 (5) -(5) (5) (5) 5 5 5 (4) 5 5 en la canción original esto se repite seis veces, pero aquí lo hacemos dos veces y vamos al estribillo.ESTRIBILLO3 corre hasta el 6 (6) 6 5 - (6) (6) 6 - 6 (6) 6 (5) 5 (4) - (6) (7) 7 6 (6) 6 5 -5 (5) 5 (4) 5 (4) 4 - (6) (7) 7 6 (6) 6 5 - 5 (5) 5 (4) 5 (4) 4... vuelve al comienzo.__________________________________________________________________________________________________LOS CABALLEROS DE LA QUEMA - AVANTI MOROCHA5-5-5-5-(4)-4-4-3 - 5-5-5-5-(5)-6-6-(4) - (5)-(5)-(5)-(5)-5-(4)-4-3-5-5 BIS6-(5)-5-(4)-4-(4)-5-(5)-5 - 5-(5)-6-(6)-5-5-(5)-5 - 4-4-(4)-5-(5)-5-(5)-5-(4)-4-6Estribillo Bis6-6-(5)-5-(4)-5 - 4-4-5-6-(6)-5 - 4-4-(4)-5-(5)-5-(4)-(5)-5-(4)-(5)-(5) - 4-4-(4)-5-5-(4)__________________________________________________________________________________________________LOS FABULOSOS CADILLACS - BASTA DE LLAMARME ASI5-5 - 5-(4) (4) (4) – (4) 5 – (4) - (4)- 4 4 4 –(4) – 4 4 4(5) (5) (5) –5 4 3 - 5–5 - 5 5 5 (4)- (4) (4) 5 (4)(4) 4 4 – (4) 4 4 - (5) (5) (5) (5) (5) 5 4 3 - (5) 5 55 5 5 (4)- (4) 5 (4) - (4) 4 4 – (4) 4 4 – (6) (6) (6) (6) (6) (6) (6) 6 5 4 3__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - AMOR DE PERROSArmónica diatónica en do (C), (Transcriptor Alejandro Jurado, Balada rock),.Introducción(4) (pronunciar waaa) 4 (3) 3(2)--slide--(4) (pronunciar juu----waaauuuaaa)4 (3) 3Después de la primera estrofa se toca...(4) 4 (3) 3 (todo esto sin efectos)y luego...(2)--slide--(4) (pronunciar juu---waaa)(5) (decir wa) 5 (4) 4 (3) (2)es todo...los demás solos, son repeticiones de estos.__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - ESQUINA LIBERTADCon armónica en LA mayor.Casi al principio, después que dice palazo rompe lamento....toca (2)2(2)(2)-(4)(3)(2)-(2)2(2)(2) dos veces...Solo final(5)----(4)---4(3)-333-335 ---- 4 ---4(3)-333-33(5)----(4)---4(3)-333-335 ---- 4 ---4(3)-333-33-3Después hace trémolo con -(5)(4)- como 9 veces y las últimas cuatro veces son 54... en la ultima vez, el trémolo termina (5)(5)(4)(5).Bien pegado sigue...(4)(5)(4)4 bien rápido--(5)---(3)33--33-(4)(3)33-33Esto se repite tres veces...__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - LABIOS DE SEDALas doble v son wawas que se tocan aspirando la nota y pronunciando las vocales uauaPrimera estrofa (3)(4)(5)-(4)w(4)w(4)w 4-Segunda estrofa (4)w(4)w(4)w4(3)-Tercera estrofa (3)(4)(5)(6)-(4)w(4)w(4)w4-Cuarta estrofa (4)w4(4)4(4)w4(4)4(3)-__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - MUÉVELOTranscriptor Alan(5) 5 4 - 4 (4) 5 (5) 5 - (4) (5) (5)__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - TAN SOLO(Armonica Do )Solo IntroducciónFrase primera; (2) (4)b(4)b(4)(4) (5)Frase segunda; (2) (4)b(4)b(4)(4) (5)Frase tercera; (2) (4)b(4)b(4)(4) (5)Frase cuarta; (2) (4)b(4)b(3) (2)Frase quinta; (2) (4)b(4)(4)(4) (5)Frase sexta; (2) (4)b(4)(4)(4) (5)Frase septima; (2) (4)(4)(4)(4) (5)Frase octava; (2) (4)(5)__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - QUE DECISIntroducción de armónica3(3)(4)5- (4)4(3)-(4)4(3)3-(4)(4)3(3)(4)5- (4)4(3)-(4)4(3)3-(4)(4)Solo del medio (5)5(4)4-(5)5(4)4-(4)(5)(4)(5)5(4)4-(5)5(4)4-(4)(5)(4)-(5)(4)-(5)(4)-(5)(4)-(5)5(4)-(5)(4)nota doblada__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - SAN JAURETCHETranscriptor AlanEsta parte vendría a ser la que en realidad se toca con violín. Las notas 45 yo (45) se tocan juntas. El ritmo es bastante rápido, pero es fácil.(45) (45) 45 (45) 6 (6)(45) (45) 45 (45) 45 (3)(45) (45) 45 (45) 6 (6)6 (5) 5 (4) (4) (4) 5 (4) 4__________________________________________________________________________________________________LOS PIJOS - SIEMPRE BAJANDOIntroducción de la armónica(5)5(4)5-(4)-4444(4)(3)(5)5(4)5-(4)-4444(4)5nota doblada__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - SUDESTADAArmónica en (C). (Transcriptor Alan)2 (3)b largo 5(3) (2) 2 - (3) (2) 2(3) (2) 2 - (3) (2) 2 32 (3)b largo 55 (6)b (5) 6 5 (6)5 (6)b (5) 6 5 (6) (5) (4)b (3)b__________________________________________________________________________________________________LOS PIJOS - TAN SOLO ( EN VIVO)2) = el auguero dos aspirado es lo mismo que soplar el tres ya que tenemos la misma nota (SOL) en los dos lados, la diferencia es que el dos es mas dificil de tocarlo, asi que ya saben pueden tocar el dos aspirado o el tres soplado para arrancar(4)bend = semitono del auguero cuatro aspirado (RE bemol)(3)bbend = segundo semitono del auguero tres aspirado (LA)(3)bbbend = tercer semitono del auguero tres aspirado (LA bemol)(3)-(3) = estas notas se tocan ligadas, quiere decir que cambias de nota sin haber terminado de tocar la otraConsejo para tocar la melodia principal haganla 'hablar' a la armonica aca les dejo las silabas que tienen que usar para tocar cada nota3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)fu (tu)-(a)-(u)-(a) (e) soplan el auguero 3 como diciendo 'FU' aspiran el auguero 4 atacado con un 'TU', cerrando la boca para salga el semitono y luego la abren como diciendo una 'A', vuelven a cerrar la boca diciendo una 'U' y la abren de nuevo con 'A' terminas la melodia en el auguero 5 aspirando una 'E'SOLO DE INTRODUCCION (013)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 4 (3)bbbend-(3) 3 33 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 4 (4)bend-(4)------------------------------------------SOLO DEL MEDIO (320)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (3)bbend-(3) 33 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (5) 6 (5) (5) 5 (4)bend-(4) 4 (4)bend (5)3 (4)bend-(4)-(4)bend-(4) (4) (5) (se toca con trino)__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - TAXI BOYAfinación de Armónica LA MAYOR3, 3, (3), 4, (4)bend3, 3, (3), 4, (3)bend, 3Sino sabes hacer bending, proba tocando la nota completa que suena muy similar. A pesar de ser un blues en LA, suena muy bien con una armónica en DO como la Bluesband.Taxi Boy(Arreglo de la armónica, el original esta tocado con armónica de RE)(2) (2) (3) 4 (4) - (2) (2) (3) 4 (3)b (2) largo__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - UOH PA PA PA(base en SOL armónica en DO)(6) (5) 5 (4) (3)(6) (5) 5 (4) (3)(6) (5) 5 (4) (3)(6) (5) 5 (4 ue ue)__________________________________________________________________________________________________LOS PIOJOS - VINE HASTA AQUÍSe toca con la armónica en LAIntro(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 (5)(6)(5) 4 (eue)(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 (5)(6)(5) 4 (eu)vine hasta aqui...En el medio hace asi(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 (5)(6)(5) 4 (e u)Final(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 (5)(6)(5) 4 (eue)(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 5(4 e u e) 4 (5 tue) 5 (5)(6)(5) 4 (eue) (5)La última nota se hace abriendo y cerrando la mano muchas veces.__________________________________________________________________________________________________MANA - RAYANDO EL SOL(Arreglo del solo de armónica con armónica de DO mayor)6 larguísima - 5 5 5 5 5 5 5 5 5 -5 6 (4) (4) 4 (3) (3) 3 6 6 - 5 6 6 - 5 6 6.------------------------------------------------------El 2o solo de la armónica del compacto maná en vivo va así.sol, mi, mi, re, mi, do, re, do, re, do, re, sol.__________________________________________________________________________________________________MANA - VIVIR SIN AIRE6 larguísima - 5 5 5 5 5 5 5 5 5 -(4) 5 (4) 5 (4) (3) - (3) 4 (3) 4 (3) (2)bend__________________________________________________________________________________________________MEMPHIS LA BLUSERA - MONTON DE NADA (Toda la cancion)La versión de este tema está tocado con armonica de LA Iintroducion4 4 6 5 4 4 - 6 5 (5) (5) (5) (5) 5 (4) 4 - 4 4 6 5 4 4 - 6 5 (5) (5) (5) (5) 5 (4) 4 -(Sin vos, no soy ni sere...) 3 4 4 (4) 4 5 - 3 3 5 5 5 (4) (4) 4 - (4) (4) (4) (4) (4) 4 (4) - 3 3 5 5 5 5 5 (4) 4(Sin vos no puedo ser...) 3 4 4 (4) 4 5 - 3 3 5 5 5 (4) (4) 4 - 4 (4) (4) (4) 4 (4) 4 (4) (4) (4) 4 5 6 6 (6) 5 (4) 4(Rápido...) (5) (5) (5) - 4 (5) (5) (5) (5) - 4 4 (5) (5) (5) - 4 4 (5) (5) (4) 4 - (5) 6 6 6 (6)larga 6 - 4 6 - (5) (5) 5 (4) 4Ssolo de la armonica4 (4) 4 5 5 (4) 4 3 - 3 (5) 5 (5) 4 (3)Se repite todo la canción menos la intro...__________________________________________________________________________________________________MORIS - EL OSO(6) 6 5 6 - 5 6 5 6 5 6 (6) 6 -(4) 5 (5) (5) (5) (5) 7 7 (7) (6) 6 -(6) 6 5 6 - 5 6 5 6 5 6 (6) 6 -(4) 5 (5) (5) (5) (5) 7 7 (7) (6) 6 -(6) 6 5 6 - 5 6 5 6 5 6 (6) 6 -(4) 5 (5) (5) (5) (5) 7 7 (7) (6) 6 -5 6 5 6 5 6 (7) (6) -(5) (6) (6) (5) (6) 7 7 (7) -(7) (7) (7) (7) 7 (8) (8) 7 -(6) 7 (6) 7 - (6) 7 8 8 8 - (8) 6 y vuelve al comienzo...__________________________________________________________________________________________________NINO BRAVO - UN BESO Y UNA FLOR5 5 5 5 (5) 5 (4) 5 - 5 5 5 5 6 (5) 5 (4) 4 - 4 4 (4)5 5 5 5 (5) 5 (4) 5 - 5 5 5 5 6 (6) 5 (4) 4 -4 4 (4)5 (6) (6) (6) 6 (6)- 5 6 6 6 (6) 5 (4)5 (6) (6) (6) 6 (6) (6) -(6) 5 6 (6) 5(6)- (6) (6) (6) 6 (6) - 5 6 6 6 (6) 6 5 45 ( 5) (5) 5 5 (4) (4) -4 (4)5 (4) (4)4 (4)5 5 (4) - 5 (4) 4 4 3 4 - 5 (5) 6 6 6 6 (6) 6 6 4 55 6 (6) (6) (6) 6 5 - 6 (5) 5 (4) 4 (4 ue) 43 4 4 5 6 (5) 5 (4) 4 (4) - 5 5 (4) 5 (4) 4 4 3 45 (5) 6 6 6 6 (6) 6 (5) 4 5 - 5 6 (6) (6) (6) 6 56 (5) 5 (4) 4 4 3 - 3 4 4 5 6 (5) 5 (4) 4 4 (3) 4Se repite todo y luego las ultimas tres estrofas.__________________________________________________________________________________________________PAPPO - MI VIEJAMi mamá todas las mañanas...5 6 (7)(7)(7)(6) 6 (6)(7) 5 6 5 6 5 6 5 6 5 5 5(7)(7)(7)(7)(6)(6) 6 (6)(7)(7)(8)(7)(8)(7)(6) 6 (6) 6 5... (7)(8)(7)(8)(7)5 5 6 6 5 5 6 (7)(7)(7)(6) 6 (6)(7)5 6 5 6 5 6 5 6 5 5... 5(7)(7)(7)(7)(6)(6)6(6)(7)(7)(8)(7)(8)(7)(6)6(6)6 5..(7)(8)(7)(8)(7) 5 5 6 65..Que nadie de atreva..(6)(6) 6 (6) 5 5 5 6 6 5 6 5...(6)(6)6(6) 5 (7)(8)(7)(8)(7)(6)(7)Se toca 2 veces y termina__________________________________________________________________________________________________ROLLING STONES - Angiea) 5 5 - 5 (4) (4) - (4) (4) (4) (4) 4 4 3 (4) 5 (4) 4b) 5 5 - 6 5 (4) (4) - (4) (4) (4) (4) 4 4 3 (4) 4estribilloc) 5 5 5 (4) (4) 4 (4) - (4) 4 (4) (4) (4) 4 3 - 5 6 (6) 6 6 5 6 4vuelve a empezar__________________________________________________________________________________________________ROLLING STONES - LIKE ROLLING STONE(Armonica de FA)A) (4)b (4)b (4)b 4 (3) - 3 3 (3) 4 (3) (4)B) (4) (4) 4 (3) 3 - 3 3 (3) 4 (3) (4) - (4) (4) 4 (3) 4EstribilloC) 3 corre hasta el (5) 5 (4) (4) 4 (3) 3D) 3 corre hasta el (5) 5 (4) (4) 4 (3) 3E) 3 (3) 4 (3) (4) - (4) 4 (3) 3F) 3 (3) 4 (3) (4) - (4) 4 (3) 3G) 3 3 (3) 4 (3) (4)b (4) - (4)b (4) - (4)b (4) - (4)b (4) - (4)b (4)__________________________________________________________________________________________________ROLLING STONES - SHE IS THE RAINBOW (ELLA ES UN ARCOIRIS)4 (4) 5 (5) 6 (6) 7 (7) - (6) (6) 7 (7) ... se toca cuatro veces(4) 5 (5) 6 (6) (7) (6) 6 6 - (5) 5 5 - (4) 4 (5) 5 5 - (4) 4 (5) 5 5 - (4) 4 5 (4) (4) - (4) 5 (5) 6 (6) 7 (7) –__________________________________________________________________________________________________ROLLINGS STONES ARMÓNICA EN LA. - Sweet Virginiaa) 4 (4) 4 (4) 5b) 5 (4) 4 (4) 4 (4) 5c) 5 (4) 4 (4) 4 (4) 5 6 7 8 - 8 (8) 7__________________________________________________________________________________________________ROXXETTE - MUST A BEEN LOVEVersión de la armónica en vivo(5) 5 4 – (5) 5 4 – 4 (4) 4 (3)se repite dos veces seguidas__________________________________________________________________________________________________TANGO FEROZ - EL AMOR ES MAS FURTE5 (4) 4 6 (5) (5) 6 5 - 5 (4) 4 6 (5) (5) 6 5 - 5 5 5 (5) 5(4) 4 4 (4) 4 4 (4) se repite5 (4) 4 6 (5) 6 5 (4) - 4 4 4 (5) 5 4 (4) 4 - 5 (4) 4 6 (5) (5) 6 5 - 5(4) 4 6 (5) (5) 6 55 5 5 (5) 5 (4) 4 4 (4 ) 4 4 (4) - 6 6 6 (6) 6 6 4 5 - 6 6 6 (6) 6 6 4 (5) - 5 5 5 (5) 5(4) 4 4 (4) 4 4 (4)5 (4) 4 6 (5) 6 5 (4) - 4 4 4 (5) 5 4 (4) 4 se repite5(4) 4 - 5 (4) 4 - 5......... (4).......... 4........__________________________________________________________________________________________________TANGO FEROZ - PRESENTE5-5-4-(4)-6-6 - 7-7-7-(7)-(6)-(6)-(6)-6 - (6-6-5)5-6-6 - (6-6-5)-5-(4)5-5-4-(4)-6-6 - 7-7-7-(7)-(6)-(6)-(6)-6 - (6)-7-(6)-6-(6)-6 - (6-6-6-7-6-7)8-8-8-(8)-7-(7) 7-7-7-(7)-(6)-(6)-(6)-6 - (6)-7-(6)-6-(6)-6 - (6-6-6-7-6-7)7-7-7-7-7-7-7-(7-6-7-6-7-7) - 6-(6)-6-(6)-6-(6)-6-(7)-6-6-6 - (5-5-5-5)-5-5-6-5-(4)7-7-7-7-7-7-7-(7-6-7-6-7-7) - 6-(6)-6-(6)-6-(6)-6-(7)-6-6-6 - (5-5-5-5)-5-5-6-5-(4)__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - ALL MY LOVINGa) (5) 5 (4) 5 (5) 6 (6) (7) 7 - 7 (7) (6) 5 - (6) (6) (6) 6 (5) (4) 4 (4)c) (5) 5 (4) 5 (5) 6 (6) (7) 7 - 7 (7) (6) 5 - (6) (6) (6) 6 (5) 5 (4) 4d) 7 (7) (6) 5 - 5 5 (4) 4 (4) 5e) (7) (7) (6) 5 - 5 5 (4) 4 (4) 4__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - FELIZ EN TU DIA6 (6) (6) (7) (6) (7) 7 6 - 6 6 (6) (6) (6) (7) (6) (7) 7 6- 6 (5) (5) (5) (6) 6 (5) 5 6-7 (8) 8 8 (8) (8) 7 –__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - I SHOULD HAVE KNOWN BETTERArmónica diatónica en Do (Transcriptor Alejandro Jurado)[ ] -- tocar juntos para formar un acorde[(4)(5)][(4)(5)][(4)(5)]Se repite durante los intermedios...__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - Let it be6 6 6 6 (6) 5 6 6 7 (8)8 8 8 (8) (8) 7 78 8 (9) 8 8 (8)8 (8) 75 (4) 4 5 6 (6)6 6 5 4 3 55 5 (5) 5 5 (4)5 (4) 4__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - LOVE ME DO(5) 5 (4) 3 3 3 3 - (5) (5) (5) 5 5 5 (4) 3 3 3 3(5) 5 (4) 3 3 3 3 - (5) (5) (5) 5 5 5 (4) 3 3 3 33 4 (3) 3 3 3 3 3 - 3 4 (3) 3 3 3 3 3Segundo Solo de armónica(5) 5 (4) 3 3 3 3 - (5) (5) (5) 5 5 5 (4) 3 3 3 3(5) 5 (4) 3 3 3 3 - (5) (5) (5) 5 5 5 (4) 3 3 3 3(4) (4) estas dos notas largas 4 (3) - 4 (3) 3 (2) -(4) nota larga 5 (4) 4 (3) - 4 (3) 3 3__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - OBLADI OBLADA3 5 5 (4) 4 5 5 (4) 4 (3) 4 (4) -4 (5) (5) (5) (5) (5) (5) 5 (4) 4 -6 6 6 6 6 6 (5) 5 (5) 6 (6) -(6) 6 (5) 5 - 5 (5) 5 (4) - (5) 5 (4) 4ESTRIBILLO4 5 6 - 4 5 6 - 4 5 6 7 - 6 (5) 5 (5) 5 (4) 4 (bis)__________________________________________________________________________________________________THE BEATLES - WITH A LITTLE HELP OF MY FRIENDS(Con una ayudita de mis amigos)a) 5 (5) 6 6 (5) 5 (4) 5 (5) (5) (4) (5) 5 (4) (4) (4) 4 (4) 5b) 5 (5) 6 6 (5) 5 (4) 5 (5) (5) (4) (5) 5 (4) (4) (4) 4 (4) 4estribilloc) 4 5 (4) - 4 4 4 (4) (3) 4d) 6 5 (4) - 4 4 4 (4) (3) 4(se repite)finale) 6 5 7 (7) 7 (7) 6 - 5 5 5 (4) 5 (4) 4f) 5 6 7 (8) 7 (7) (6) - 5 5 5 (4) 5 (4) 4__________________________________________________________________________________________________THE SCORPIONS - WIND OF CHANGE (INSTRUMENTAL)Armónica en Do4(4)54(4)(4)5(5)65(5)5(4)4(4)(3)4(3)5(4)(4)5(5)(5)(5)(5)6(5)5(4)5(3)--SLIDE--(5)5(4)__________________________________________________________________________________________________CIELITO LINDO(Guitarra Afinación Mi)(Armónica C) (Robinson Perez)C7 7 (6) (7) 6 7 7A) De la sierra morenaG(6) (7) 6 7 7 (6) (7) 6 (5) 4)Cielito lindo vienen bajando(7) (7) (7) (6) 6 (5) (5)Un par de ojitos negrosC(4) 5 (5) 6 6 6 (5) 5 (4) 4Cielito lindo, de contrabando.F8 (8) 7 (6)B) si, ay, ay ayC(8) (8) 7 8 7canta y no lloresG6 (6) 6 (6) (6) (5) (9) (9)porque cantando se alegranC(8) (7) 6 (6) (6) 6 (5) 5 (4) 4cielito lindo los corazones.__________________________________________________________________________________________________FELIZ CUMPLEAÑOS5 5 (5) 5 (6) 65 5 (5) 5 (7) 76 6 (7) 7 7 7 (6) (5)(7) (7) 6 5(6) 4__________________________________________________________________________________________________FELIZ EN TU DIA6 (6) (6) (7) (6) (7) 7 6 - 6 6 (6) (6) (6) (7) (6) (7) 7 6- 6 (5) (5) (5) (6) 6 (5) 5 6-7 (8) 8 8 (8) (8) 7 –__________________________________________________________________________________________________HIMNO A LA ALEGRIA5 5 (5) 6 6 (5) 5 (4) 4 4 (4) 5 5 (4)5 5 (5) 6 6 (5) 5 (4) 4 4 (4) 5 (4) 4(4) 5 4 (4) 5 (5) 5 4 (4) 5 (5) 5 (4) 4 (4) 35 5 (5) 6 6 (5) 5 (4) 4 4 (4) 5 (4) 4__________________________________________________________________________________________________HIMNO NACIONAL ARGENTINO(la introduccion )4 5 4 6 - (5) (4) (3) (3) (3) (3) (3) 4 (4) 4 - 3 2 1 -5 (6) 6 (5) (4) 6 (5) 5 4 - (5) (5) 5 5 (4) - (5) (5) 5 5 (4) -3 (3) 4 (4) 5 (5) 6 (5) (4) - (4) 5 6 (5) (4) - (4) 5 6 - (5) (4) -Esta parte se toca más rápido, pero para aprenderlo tocá como deletreando, lento.5 - 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 -5 5 6 6 5 5 (5) (4) (4) (4) (4) (4) (4) (4) (4) (4) (4) (4) (4) -(4) (4) (5) (5) (4) (4) - 5 4 4 4 4 - 5 4 4 4 4 - (5) (4) (4) (4) (4) -(5) (4) (4) (4) (4) - 6 5 5 5 5 (6) (5) - 6 6 (6) (7) 7 -4 (4) 5 (5) 6 6 - 6 (5) (4) (3) 4 - 5 4 - 5 4 - 5 4 4 - 4 4 4 - 4 4__________________________________________________________________________________________________JINGLE BELLS (NAVIDAD)5 5 5 - 5 5 55 6 4 (4) 5(5) (5) (5) 5 5 5(6) (6) 6 (5) 5__________________________________________________________________________________________________MARCHA NUPCIAL4 (5) (5) (5)4 6 5 (5)4 (5) (6) 7(6) (5) (4) 6 (6) (5)__________________________________________________________________________________________________OH SUSANNA4(4)566(6)654(4)55(4)4(4)4(4)566(6)654(4)55(4)(4)4(5)(5)(6)(6)(6)6654(4)4(4)566(6)654(4)55(4)(4)4__________________________________________________________________________________________________POPEYE5666(5)56 6(6)(5)(6)7(6)66(6)(5)(6)7(7)(6)6(6)654 5666(5)(4)4__________________________________________________________________________________________________Espero que les haya gustado

5
15
British Aerospace Sea Harrier
British Aerospace Sea Harrier
InfoporAnónimo10/19/2011

El British Aerospace Sea Harrier es un avión de caza, reconocimiento y ataque embarcado V/STOL, desarrollado a partir del Hawker Siddeley Harrier. Entró en servicio con la Royal Navy en abril de 1980 como el modelo Sea Harrier FRS.1 y era conocido informalmente como Shar. La última versión es el Sea Harrier FA2, que fue retirado de servicio de la Royal Navy en marzo de 2006.

0
0
L
Las Armas Mas Potentes Del Mundo 2011
InfoporAnónimo12/31/2011

Metal StormConsiderada el arma automática más poderosa del mundo, la Metal Storm utiliza un sistema que combina el cañón y la recámara, de modo que las únicas piezas en movimiento son los mismos proyectiles. Otras armas automáticas disponen de una recámara con balas que son cargadas mecánicamente en el cañón. En la Metal Storm, sin embargo, las municiones son precargadas y apiladas en una especie de combinación de cañón/recámara. Esta arma puede ser montada tanto en un vehiculo o usarla como torreta, tambien cuenta con la version wall-e la cual es operada a distancia Las balas son disparadas eléctricamente para generar un torrente de fuerza mortal (miles de rondas por segundo), con sistemas que utilizan una configuración de cañones múltiples. Esta tecnología puede ser empleada con todo tipo de municiones, ya que al no disponer de otras partes móviles, el atascamiento nunca se convierte en un problema. Esta arma es llamada Metal Storm por que literalmente puede vaciar miles de proyectiles en unos cuantos segundos; esta es mas efectiva con enemigos no acorazados. CornerShot 40 Combinando un cañón de barra pivotante con una mira con imagen de video, este denominado sistema de armas, permite al operador observar y disparar a un objetivo localizado en una esquina, sin exponerse al fuego enemigo. El cañón puede girar 63 grados a la izquierda o a la derecha y la imagen video/térmica de la mira puede ser transmitida para combinarse con otros sistemas de deteccion. En su última versión , el arma es combinada con un lanzador de granadas de 40mm; pero en realidad, su montaje también brinda la posibilidad de ensamblarse con una amplia gama de armas portátiles, incluyendo pistolas de 9 mm, M 16 y lanzadores de granadas de humo. Sus diseñadores israelíes y otros expertos, le ven un gran potencial de uso en operaciones antiterroristas. Rifle Barrett M107El Barrett M107 es el clásico rifle de francotirador, utilizado por el ejército de los Estados Unidos. Conocido anteriormente como el M82, este rifle fue empleado por primera vez en la Operación Tormenta del Desierto. El arma dispara municiones muy poderosas de calibre 50, las cuales han sido tradicionalmente usadas para ametralladoras pesadas a lo largo del tiempo. La capacidad de destruccion de este rifle se ve aumentada considerablemente cuando es combinado con balas explosivas. XK-11 La Agencia para el Desarrollo de Defensa de Corea del Sur recientemente reveló un arma de infantería de prototipo conocida como el Nuevo Rifle coreano, o KNR.Esta equipado con un telémetro de láser así como un ordenador de balística, esto permite al operador para realizar ataques precisión contra el objetivo. Un alcance de ordenador es integrado al arma, que a su turno es unido con una pantalla digital que puede ser usada tanto durante el día así como la noche con la imagen termal, como informar al operador con varios datos como la gama objetivo.Aparte de la capacidad de disparar 20 a 30 rondas de municiones estándar de 5.56 mm se le puede añadir un lanzagranadas de 20 mm con la cual se puede atacar a diversos objetivos. Láser aerotransportadoEn una iniciativa que recuerda a la Guerra Fría, el Comando de Misiles y las Fuerzas Aéreas Estadounidenses llevan a cabo la investigación y el desarrollo de un arma con un láser aerotransportado (ABL). El proyecto implica el montaje de un poderoso láser de oxígeno químico iodado, en un dispositivo similar a una torre, instalado sobre la nariz de un Boeing 747- 400 especialmente acondicionado para ello.La misión principal del ABL consistirá en derribar misiles enemigos mediante el calentamiento de la cobertura metálica del objetivo, hasta un punto en donde la tensión del vuelo hará que la misma se debilite y, tarde o temprano, se quiebre (representado en la interpretación gráfica de arriba). Empleando sensores infrarrojos para detectar a los misiles enemigos cuando ascienden, el sistema ABL dispararía un láser durante 3/5 segundos con el objetivo de derribar cada blanco. Las pruebas exitosas en tierra firme ya han demostrado el alto poder de destrucción de estos lásers. De hecho, las Fuerzas Aéreas esperan tener una versión final durante el transcurso del año 2010 Arma de Sensores FusionadosComo una versión altamente mejorada de la bomba clúster estándar, el arma de sensores fusionados (formalmente la CBU-97) utiliza pequeñas bombas “inteligentes” para expandir su efecto destructivo a través del campo de batalla, con golpes exactos sobre múltiples objetivos enemigos. La CBU-97 es en realidad un contenedor similar a una bomba (arriba, intercalado) que aloja 10 compartimentos cilíndricos (llamados sub-municiones), los cuales transportan cuatro pequeñas bombas “inteligentes” cada uno. En total se contabilizan cuarenta bombas “inteligentes” por arma.Inmediatamente después de que la bomba principal es liberada, su cubierta se abre desplegando las 10 sub-municiones, cada una con su propio paracaídas. En una altitud predeterminada, los paracaídas son desechados. Es entonces cuando los cohetes en los frascos de sub-municiones, las elevan y las hacen girar para dispersar el cargamento de pequeñas bombas. Finalmente, los sensores infrarrojos ubicados en éstas rastrean los objetivos, que son alcanzados por poderosos cabezales nucleares. Bomba de Munición Masiva Esta bomba es parecida a la bomba termobarica; Es la mayor arma convencional masiva del arsenal estadounidense es la “Bomba de Ráfaga de Aire de Munición Masiva”, que pesa 10,5 toneladas y contiene nueve toneladas de explosivo H-6. Con semejante peso y tamaño (9 metros de largo y casi 1,5 metros de ancho), esta bomba sólo puede ser arrojada desde la puerta trasera de un espacioso avión de carga.La MOAB utiliza un sistema GPS para dirigirse hacia su objetivo, aunque con un radio de ráfaga mortal de 120 metros, no puede ser considerada un arma de precisión. Kilo por kilo, esta bomba es mucho menos eficaz que otras de menor tamaño, pero sus efectos psicológicos, que incluyen una extensa onda expansiva y una nube en forma de hongo similar a la de una bomba nuclear, son incomparablemente aterradores.Esta bomba causa graves efectos psicologicos en los enemigos ya que al explotar esta forma una nube de hongo asmejandose a una bomba nuclear. SLAMAfortunadamente, jamás llegó a volar; pero de haberlo hecho el SLAM (Supersonic Low-Altitude Missile, misil supersónico de baja cota) Plutón hubiese sido la mayor abominación armamentística de la historia. Se trataba de un misil de crucero trisónico con ojivas múltiples de hidrógeno y propulsión nuclear. Su mera onda de choque era capaz de matar al sobrevolar el suelo a baja altura; si esto no acababa contigo, lo haría la radiación de su motor, un reactor nuclear desnudo que iba expulsando pedazos de plutonio a medio gastar y altamente radioactivo en su recorrido. Y si todo esto fallaba, siempre estaban las 16 cabezas termonucleares de un megatón cada una. Todo esto en un paquete de prácticamente ilimitada autonomía que le hubiese permitido recorrer la Unión Soviética a placer, devastándolo todo a su paso. Una fantasía necrófila de la Guerra Fría.

33
0
Napoleón Bonaparte, El post que merece
Napoleón Bonaparte, El post que merece
InfoporAnónimo10/26/2011

Napoleón nació el 15 de agosto de 1769 en Ajaccio, capital de la actual Córcega, en una familia numerosa de ocho hermanos, la familia Bonaparte o, con su apellido italianizado, Buonaparte. Cinco de ellos eran varones: José, Napoleón, Lucien, Luis y Jerónimo. Las niñas eran Elisa, Paulina y Carolina. Al amparo de la grandeza de Napolione -así lo llamaban en su idioma vernáculo-, todos iban a acumular honores, riqueza, fama y a permitirse asimismo mil locuras. La madre, María Leticia Ramolino, era una mujer de notable personalidad, a la que Stendhal eligió por su carácter firme y ardiente.Carlos María Bonaparte, el padre, siempre con agobios económicos por sus inciertos tanteos en la abogacía, sobrellevados gracias a la posesión de algunas tierras, demostró tener pocas aptitudes para la vida práctica. Sus dificultades se agravaron al tomar partido por la causa nacionalista de Córcega frente a su nueva metrópoli, Francia; congregados en torno a un héroe nacional, Paoli, los isleños la defendieron con las armas. A tenor de las derrotas de Paoli y la persecución de su bando, la madre de Napoleón tuvo que arrostrar durante sus primeros alumbramientos las incidencias penosas de las huidas por la abrupta isla; de sus trece hijos, sólo sobrevivieron aquellos ocho. Sojuzgada la revuelta, el gobernador francés, conde de Marbeuf, jugó la carta de atraerse a las familias patricias de la isla. Carlos Bonaparte, que religaba sus ínfulas de pertenencia a la pequeña nobleza con unos antepasados en Toscana, aprovechó la oportunidad, viajó con una recomendación de Marbeuf hacia la metrópoli para acreditarlas y logró que sus dos hijos mayores entraran en calidad de becarios en el Colegio de Autun.Los méritos escolares de Napoleón en matemáticas, a las que fue muy aficionado y que llegaron a constituir una especie de segunda naturaleza para él -de gran utilidad para su futura especialidad castrense, la artillería-, facilitaron su ingreso en la Escuela Militar de Brienne. De allí salió a los diecisiete años con el nombramiento de subteniente y un destino de guarnición en la ciudad de Valence.Juventud revolucionariaA poco sobrevino el fallecimiento del padre y, por este motivo, el traslado a Córcega y la baja temporal en el servicio activo. Su agitada etapa juvenil discurrió entre idas y venidas a Francia, nuevos acantonamientos con la tropa, esta vez en Auxonne, la vorágine de la Revolución, cuyas explosiones violentas conoció durante una estancia en París, y los conflictos independentistas de Córcega. En el agitado enfrentamiento de las banderías insulares, Napoleón se creó enemigos irreconciliables, entre ellos el mismo Paoli, al romper éste con la Convención republicana y decantarse el joven oficial por las facciones afrancesadas. La desconfianza hacia los paolistas en la familia Bonaparte se fue trocando en furiosa animadversión. Napoleón se alzó mediante intrigas con la jefatura de la milicia y quiso ametrallar a sus adversarios en las calles de Ajaccio. Pero fracasó y tuvo que huir con los suyos, para escapar al incendio de su casa y a una muerte casi segura a manos de sus enfurecidos compatriotas.Instalado con su familia en Marsella, malvivió entre grandes penurias económicas que a veces les situaron al borde de la miseria; el horizonte de las disponibilidades familiares solía terminar en las casas de empeños, pero los Bonaparte no carecían de coraje ni recursos. María Leticia, la madre, se convirtió en amante de un comerciante acomodado Clary, el hermano José se casó con una hija de éste, Marie Julie, si bien el noviazgo de Napoleón con otra hija, Désirée, no prosperó. Con todo, las estrecheces sólo empezaron a remitir cuando un hermano de Robespierre, Agustín, le deparó su protección. Consiguió reincorporarse a filas con el grado de capitán y adquirió un amplio renombre con ocasión del asedio de Tolón, en 1793, al sofocar una sublevación contrarrevolucionaria apoyada por los ingleses; el plan de asalto propuesto a unos inexperimentados generales fue suyo, la ejecución también y el éxito infalible.En reconocimiento a sus méritos fue ascendido a general de brigada, se le destinó a la comandancia general de artillería en el ejército de Italia y viajó en misión especial a Génova. Esos contactos con los Robespierre estuvieron a punto de serle fatales al caer el Terror jacobino, el 9 Termidor, y verse encarcelado por un tiempo en la fortaleza de Antibes, mientras se dilucidaba su sospechosa filiación. Liberado por mediación de otro corso, el comisario de la Convención Salicetti, el joven Napoleón, con veinticuatro años y sin oficio ni beneficio, volvió a empezar en París, como si partiera de cero.Encontró un hueco en la sección topográfica del Departamento de Operaciones. Además de las tareas propiamente técnicas, entre mapas, informes y secretos militares, esta oficina posibilitaba el acceso a las altas autoridades civiles que la supervisaban. Y a través de éstas, a los salones donde las maquinaciones políticas y las especulaciones financieras, en el turbio esplendor que había sucedido al implacable moralismo de Robespierre, se entremezclaban con las lides amorosas y la nostalgia por los usos del Antiguo Régimen.Allí encontró a la refinada Josefina Tascher de la Pagerie, de reputación tan brillante como equívoca, quien colmó también su vacío sentimental. Era una dama criolla oriunda de la Martinica, que tenía dos hijos, Hortensia y Eugenio, y cuyo primer marido, el vizconde y general de Beauharnais, había sido guillotinado por los jacobinos. Mucho más tarde Napoleón, que declaraba no haber sentido un afecto profundo por nada ni por nadie, confesaría haber amado apasionadamente en su juventud a Josefina, que le llevaba unos cinco años. Entre sus amantes se contaba Barras, el hombre fuerte del Directorio surgido con la nueva Constitución republicana de 1795, quien por entonces andaba a la búsqueda de una espada, según su expresión literal, a la que manejar convenientemente para el repliegue conservador de la república y hurtarlo a las continuas tentativas de golpe de estado de realistas, jacobinos y radicales igualitarios. La elección de Napoleón fue precipitada por una de las temibles insurrecciones de las masas populares de París, al finalizar 1795, a la que se sumaron los monárquicos con sus propios fines desestabilizadores. Encargado de reprimirla, Napoleón realizó una operación de cerco y aniquilamiento a cañonazos que dejó la capital anegada en sangre. La Convención se había salvado.Asegurada la tranquilidad interior por el momento, Barras le encomendó en 1796 dirigir la guerra en uno de los frentes republicanos más desasistidos el de Italia, contra los austríacos y piamonteses. Unos días antes de su partida se casó con Josefina en ceremonia civil, pero en su ausencia no pudo evitar que ella volviera a entregarse a Barras y a otros miembros del círculo gubernamental. Celoso y atormentado, terminó por reclamarla imperiosamente a su lado, en el mismo escenario de batalla.Militar exitosoAquel general de veintisiete años transformó unos cuerpos de hombres desarrapados hambrientos y desmoralizados en una formidable máquina bélica que trituró el Piamonte en menos de dos semanas y repelió a los austríacos más allá de los Alpes, de victoria en victoria. Sus campañas de Italia pasarían a ser materia obligada de estudio en las academias militares durante innúmeras promociones. Tanto o más significativas que sus victorias aplastantes en Lodi, en 1796, en Arcole y Rívoli, en 1797, fue su reorganización política de la península italiana, que llevó a cabo refundiendo las divisiones seculares y los viejos estados en repúblicas de nuevo cuño dependientes de Francia. El rayo de la guerra se revelaba simultáneamente como el genio de la paz. Lo más inquietante era el carácter autónomo de su gestión: hacía y deshacía conforme a sus propios criterios y no según las orientaciones de París. El Directorio comenzó a irritarse. Cuando Austria se vio forzada a pedir la paz en 1797, ya no era posible un control estricto sobre un caudillo alzado a la categoría de héroe legendario.Napoleón mostraba una amenazadora propensión a ser la espada que ejecuta, el gobierno que administra y la cabeza que planifica y dirige, tres personas en una misma naturaleza de inigualada eficacia. Por ello, el Directorio columbró la posibilidad de alejar esa amenaza aceptando su plan de cortar las rutas vitales del poderío británico -las del Mediterráneo y la India- con una expedición a Egipto. Así, el 19 de mayo de 1798 embarcaba rumbo a Alejandría, y dos meses después, en la batalla de las pirámides, dispersaba a la casta de guerreros mercenarios que explotaban el país en nombre de Turquía, los mamelucos, para internarse luego en el desierto sirio. Pero todas sus posibilidades de éxito se vieron colapsadas por la destrucción de la escuadra francesa en Abukir por Nelson, el émulo inglés de Napoleón en los escenarios navales.El revés lo dejó aislado y consumiéndose de impaciencia ante las fragmentarias noticias que recibía de Europa. Allí la segunda coalición de las potencias monárquicas había recobrado las conquistas de Italia y la política interior francesa hervía de conjuras y candidatos a asaltar un Estado en el que la única fuerza estabilizadora que restaba era el ejército. Por fin se decidió a regresar a Francia en el primer barco que pudo sustraerse al bloqueo de Nelson, recaló de paso en su isla natal y nadie se atrevió a juzgarle por deserción y abandono de sus tropas, mientras subía otra vez de Córcega a París, ahora como héroe indiscutido.En pocas semanas organizó el golpe de estado del 18 Brumario (según la nueva nomenclatura republicana del calendario: el 9 de noviembre) con la colaboración de su hermano Luciano, el cual le ayudó a disolver la Asamblea Legislativa del Consejo de los Quinientos en la que figuraba como presidente. Era el año de 1799. El golpe barrió al Directorio, a su antiguo protector Barras, a las cámaras a los últimos clubes revolucionarios, a todos los poderes existentes e instauró el Consulado: un gobierno provisional compartido en teoría por tres titulares, pero en realidad cobertura de su dictadura absoluta, sancionada por la nueva Constitución napoleónica del año 1800.Napoleón, Primer Cónsul (Óleo de Antoine Jean Gros)Aprobada bajo la consigna de «la Revolución ha terminado», la nueva Constitución restablecía el sufragio universal que había recortado la oligarquía termidoriana, sucesora de Robespierre. En la práctica, calculados mecanismos institucionales cegaban los cauces efectivos de participación real a los electores, a cambio de darles la libertad de que le ratificasen en entusiásticos plebiscitos. El que validó su ascensión a primer cónsul al cesar la provisionalidad, arrojó menos de dos mil votos negativos entre varios millones de papeletas. Pero Napoleón no se contentó con alargar luego esta dignidad a una duración de diez años, sino que en 1802 la convirtió en vitalicia. Era poco todavía para el gran advenedizo que embriagaba a Francia de triunfos después de haber destruido militarmente a la segunda coalición en Marengo, y emprendía una deslumbrante reconstrucción interna.Napoleón, EmperadorLa heterogénea oposición a su gobierno fue desmantelada mediante drásticas represiones a derecha e izquierda, a raíz de fallidos atentados contra su persona; el ejemplo más amedrentador fue el secuestro y ejecución de un príncipe emparentado con los Borbones depuestos, el duque de Enghien, el 20 de marzo de 1804. El corolario de este proceso fue el ofrecimiento que le hizo el Senado al día siguiente de la corona imperial. La ceremonia de coronación se llevó a cabo el 2 de diciembre en Notre Dame, con la asistencia del papa Pío VII, aunque Napoleón se ciñó la corona a sí mismo y después la impuso a Josefina; el pontífice se limitó a pedir que celebrasen un matrimonio religioso, en un sencillo acto que se ocultó celosamente al público. Una nueva Constitución el mismo año afirmó aún más su autoridad omnímoda.Napoleón coronado emperador (Cuadro de J. A. D. Ingres)La historia del Imperio es una recapitulación de sus victorias sobre las monarquías europeas, aliadas en repetidas coaliciones contra Francia y promovidas en último término por la diplomacia y el oro ingleses. En la batalla de Austerlitz, de 1805, abatió la tercera coalición; en la de Jena, de 1806, anonadó al poderoso reino prusiano y pudo reorganizar todo el mapa de Alemania en la Confederación del Rin, mientras que los rusos eran contenidos en Friendland, en 1807. Al reincidir Austria en la quinta coalición, volvió a destrozarla en Wagram en 1809.Nada podía resistirse a su instrumento de choque, la Grande Armée (el 'Gran Ejército'), y a su mando operativo, que, en sus propias palabras, equivalía a otro ejército invencible. Cientos de miles de cadáveres de todos los bandos pavimentaron estas glorias guerreras. Cientos de miles de soldados supervivientes y sus bien adiestrados funcionarios, esparcieron por Europa los principios de la Revolución francesa. En todas partes los derechos feudales eran abolidos junto con los mil particularismos económicos, aduaneros y corporativos; se creaba un mercado único interior, se implantaba la igualdad jurídica y política según el modelo del Código Civil francés, al que dio nombre -el Código Napoleón, matriz de los derechos occidentales, excepción hecha de los anglosajones-; se secularizaban los bienes eclesiásticos; se establecía una administración centralizada y uniforme y la libertad de cultos y de religión, o la libertad de no tener ninguna. Con estas y otras medidas se reemplazaban las desigualdades feudales -basadas en el privilegio y el nacimiento- por las desigualdades burguesas -fundadas en el dinero y la situación en el orden productivo-.La obra napoleónica, que liberó fundamentalmente la fuerza de trabajo, es el sello de la victoria de la burguesía y puede resumirse en una de sus frases: «Si hubiera dispuesto de tiempo, muy pronto hubiese formado un solo pueblo, y cada uno, al viajar por todas partes, siempre se habría hallado en su patria común». Esta temprana visión unitarista de Europa, quizá la clave de la fascinación que ha ejercido su figura sobre tan diversas corrientes historiográficas y culturales, ignoraba las peculiaridades nacionales en una uniformidad supeditada por lo demás a la égida imperialista de Francia. Así, una serie de principados y reinos férreamente sujetos, mero glacis defensivo en las fronteras, fueron adjudicados a sus hermanos y generales. El excluido fue Luciano Bonaparte, a resultas de una prolongada ruptura fraternal.A las numerosas infidelidades conyugales de Josefina durante sus campañas, por lo menos hasta los días de la ascensión al trono, apenas había correspondido Napoleón con algunas aventuras fugaces. Éstas se trocaron en una relación de corte muy distinto al encontrar en 1806 a la condesa polaca María Walewska, en una guerra contra los rusos; intermitente, pero largamente mantenido el amor con la condesa, satisfizo una de las ambiciones napoleónicas, tener un hijo, León. Esta ansia de paternidad y de rematar su obra con una legitimidad dinástica se asoció a sus cálculos políticos para empujarle a divorciarse de Josefina y solicitar a una archiduquesa austriaca, María Luisa, emparentada con uno de los linajes más antiguos del continente.Napoleón con sus hijosSin otro especial relieve que su estirpe, esta princesa cumplió lo que se esperaba del enlace, al dar a luz en 1811 a Napoleón II -de corta y desvaída existencia, pues murió en 1832-, proclamado por su padre en sus dos sucesivas abdicaciones, pero que nunca llegó a reinar. Con el tiempo, María Luisa proporcionó al emperador una secreta amargura al no compartir su caída, ya que regresó al lado de sus progenitores, los Habsburgo, con su hijo, y en la corte vienesa se hizo amante de un general austriaco, Neipperg, con quien contrajo matrimonio en segundas nupcias a la muerte de Napoleón.El ocasoEl año de su matrimonio con María Luisa, 1810, pareció señalar el cenit napoleónico. Los únicos Estados que todavía quedaban a resguardo eran Rusia y Gran Bretaña, cuya hegemonía marítima había sentado de una vez por todas Nelson en Trafalgar, arruinando los proyectos mejor concebidos del emperador. Contra esta última había ensayado el bloqueo continental, cerrando los puertos y rutas europeos a las manufacturas británicas. Era una guerra comercial perdida de antemano, donde todas las trincheras se mostraban inútiles ante el activísimo contrabando y el hecho de que la industria europea aún estuviese en mantillas respecto de la británica y fuera incapaz de surtir la demanda. Colapsada la circulación comercial, Napoleón se perfiló ante Europa como el gran estorbo económico, sobre todo cuando las mutuas represalias se extendieron a los países neutrales.El bloqueo continental también condujo en 1808 a invadir Portugal, el satélite británico, y su llave de paso, España. Los Borbones españoles fueron desalojados del trono en beneficio de su hermano José, y la dinastía portuguesa huyó a Brasil. Ambos pueblos se levantaron en armas y comenzaron una doble guerra de Independencia que los dejaría destrozados para muchas décadas, pero fijaron y diezmaron a una parte de la Grande Armée en una agotadora lucha de guerrillas que se extendió hasta 1814, doblada en las batallas a campo abierto por un moderno ejército enviado por Gran Bretaña.La otra parte del ejército, en la que había enrolado a contingentes de las diversas nacionalidades vencidas, fue tragada por las inmensidades rusas. En la campaña de 1812 contra el zar Alejandro I, Napoleón llegó hasta Moscú, pero en la obligada retirada perecieron casi medio millón de hombres entre el frío y el hielo del invierno ruso, el hambre y el continuo hostigamiento del enemigo. Toda Europa se levantó entonces contra el dominio napoleónico, y el sentimiento nacional de los pueblos se rebeló dando soporte al desquite de las monarquías; hasta en Francia, fatigada de la interminable tensión bélica y de una creciente opresión, la burguesía resolvió desembarazarse de su amo.La batalla resolutoria de esta nueva coalición, la sexta, se libró en Leipzig en 1813, la «batalla de las Naciones», una de las grandes y raras derrotas de Napoleón. Fue el prólogo de la invasión de Francia, la entrada de los aliados en París y la abdicación del emperador en Fontainebleau, en abril de 1814, forzada por sus mismos generales. Las potencias vencedoras le concedieron la soberanía plena sobre la minúscula isla italiana de Elba y restablecieron en su lugar a los Borbones, arrojados por la Revolución, en la figura de Luis XVIII.Su estancia en Elba, suavizada por los cuidados familiares de su madre y la visita de María Walewska, fue comparable a la de un león enjaulado. Tenía cuarenta y cinco años y todavía se sentía capaz de hacer frente a Europa. Los errores de los Borbones, que a pesar del largo exilio no se resignaban a pactar con la burguesía, y el descontento del pueblo le dieron ocasión para actuar. Desembarcó en Francia con sólo un millar de hombres y, sin disparar un solo tiro, en un nuevo baño triunfal de multitudes, volvió a hacerse con el poder en París.Pero fue completamente derrotado en junio de 1815 por los vigilantes Estados europeos -que no habían depuesto las armas, atentos a una posible revigorización francesa- en Waterloo y puesto nuevamente en la disyuntiva de abdicar. Así concluyó su segundo período imperial, que por su corta duración se ha llamado de los Cien Días (de marzo a junio de 1815). Se entregó a los ingleses, que le deportaron a un perdido islote africano, Santa Elena, donde sucumbió lentamente a las iniquidades de un tétrico carcelero, Hudson Lowe. Antes de morir, el 5 de mayo de 1821, escribió unas memorias, el Memorial de Santa Elena, en las que se describió a sí mismo tal como deseaba que le viese la posteridad. Ésta aún no se ha puesto de acuerdo sobre su personalidad mezcla singular del bronco espadón cuartelero, el estadista, el visionario, el aventurero y el héroe de la antigüedad obsesionado por la gloria.Sus Famosas Frases:Cada Uno de los movimientos de todos los individuos se realizan por tres únicas razones: por honor, por dinero o por amor.Las batallas contra las mujeres son las únicas que se ganan huyendo.http://www.thekidswindow.co.uk/images/CMScontent/Image/napoleon_bonaparte_1175088533032877.jpg[/img]Sólo hay dos palancas que muevan a los hombres: el miedo y el interés.Los sabios son los que buscan la sabiduría; los necios piensan ya haberla encontrado. La envidia es una declaración de inferioridad.La victoria pertenece al más perseverante. La batalla más difícil la tengo todos los días conmigo mismoAbandonarse al dolor sin resistir, suicidarse para sustraerse de él, es abandonar el campo de batalla sin haber luchado.En la guerra como en el amor, para acabar es necesario verse de cerca.Para triunfar es necesario, más que nada, tener sentido común.El coraje no se puede simular: es una virtud que escapa a la hipocresía. Su tumba:La Tumba de Napoleón Bonaparte se encuentra en la cúpula de Los Inválidos (París). El ataúd fue realizado en un pórfido rojo importado de Rusia, acomodado sobre una base de granito verde de Vosges, rodeado de laureles e inscripciones que recuerdan sus grandes victorias de su Imperio en Europa.Napoleón Bonaparte murió el 5 de mayo de 1821. Sus últimas palabras fueron: France, l’armée, Joséphine (Francia, el ejército, Josefina) o, según la versión de las memorias de Santa Helena …tête…armée…Mon Dieu !. Tenía entonces la edad de 51 años.Napoleón había estipulado en su testamento el deseo de ser enterrado a las orillas del Sena, pero se le dio sepultura en Santa Helena. En 1840, a instancias del gobierno de Luis Felipe I, sus restos fueron repatriados. Trasladados en la fragata Belle-Poule, se depositaron en Les Invalides (París), la llegada de los restos de Napoleón fue muy esperada en Francia. Durante su funeral sonó el Réquiem de Mozart.Cientos de millones de personas han visitado su tumba desde esa fecha.

45
10
B
Barcos Históricos de la Armada Argentina
InfoporAnónimo12/25/2011

Torpedera MaipúEl Maipú, fue un Ariete (torpedero) construido en el astillero John Elder & Co de la ciudad de Glasgow, Escocia. Fue el primer buque de la Armada Argentina en utilizar el torpedo.Santa FeEl destroyer o torpedero Santa Fe fue un rápido buque a vapor que sirvió brevemente en la Armada Argentina a fines del siglo XIX.EsporaEl Espora fue un Torpedero de alta mar de la Armada Argentina, Buque insignia de la división de torpederas en operación en aguas del río de la Plata.Torpederas de primera clase ThornycroftLas Torpederas de primera clase Thornycroft, fueron dos buques gemelos tipo Ariete español modificados, adquiridos al astillero John I. Thornycroft & Company de Inglaterra a un valor de £ 18.000 cada uno.Su construcción fue contratada por la Armada Argentina en 1891, la cual los recibió al año siguiente bautizándolos ARA Comodoro Murature y ARA Comodoro Py.Su armamento consistía en dos cañones de tiro rápido Nordenfeldt de 47 mm, una ametralladora Nordenfeldt de 25 mm y cuatro tubos lanzatorpedos de 18 pulgadas.Salvo la participación del ARA Murature en la Revolución de 1893, donde se plegó a las fuerzas revolucionarias y sufrió la muerte de 3 miembros de su tripulación y varios heridos, pasaron a tener una discreta actividad.Esto fue así toda vez que que fueron compradas teniendo en cuenta un hipotético conflicto con Chile, por lo que la firma de los Pactos de Mayo de 1902 hizo que perdiesen en gran medida su principal razón operativa por lo que, luego de ser reacondicionadas para diversos usos, fueron finalmente desguazadas hacia la década de 1930.Torpederas de primera clase YarrowLas Torpederas de primera clase Yarrow, fueron una tanda de seis buques torpederos encargados por la Armada Argentina en 1890 a un costo de £ 12.600 cada uno.Su construcción fue contratada con el astillero Yarrow & Co., ubicado en la localidad inglesa de Poplar. Los buques fueron bautizados: ARA Bouchard, traído al país en 1890 por tripulación inglesa contratada al efecto. ARA Bathurst, llegado al país en 1892 luego de una problemática travesía. ARA Jorge, llegado al país en 1890. ARA King, llegado al país en 1892 y posteriormente rebautizado Refouleur. ARA Pinedo, llegado al país en 1891. ARA Thorne, llegado al país en 1892 se plegó a la Revolución de 1893 tomando partida por los revolucionarios, motivo por el cual sufrió sendas averías que la dejaron inutilizada hasta su completa reparación en 1900.Su armamento consistía en dos cañones de tiro rápido Nordenfeldt de 47 mm, una ametralladora Nordenfeldt de dos cañones de 25 mm y tres tubos lanzatorpedos de 14 pulgadas.Fueron compradas teniendo en cuenta un hipotético conflicto con Chile, por lo que luego de la firma de los Pactos de Mayo de 1902 pasaron a tener una discreta actividad, siendo finalmente desguazadas en la década de 1920.ARA Los AndesEl ARA Los Andes, fue un buque acorazado tipo Monitor que fue adquirido en 1875 por el Gobierno Argentino a través de su comisionado naval en Londres, el Dr. Manuel Rafael García Aguirre,1 a la firma Laird Brothers, que lo construyó en el astillero Cammel, ubicado en la localidad de Birkenhead, Inglaterra. La unidad costó £ 85.000, las cuales fueron abonadas con fondos provenientes de la Ley de Armamento Naval de 1872 bajo la presidencia de Domingo Faustino Sarmiento,2 por lo que es también reconocido por ser parte de la denominada Escuadra de Sarmiento.La madrina del buque fue Eduarda (hija mayor de García Aguirre), a quien la casa Laird le obsequió una modesta pulsera con una inscripción alusiva a la ceremonia.Los buques de esta clase fueron en su momento un arma novedosa para la guerra fluvial, impuesta por la experiencia recogida en la guerra de Secesión de los Estados Unidos de América, ya que tenían la posibilidad de hacer ingresar en sus tanques 235t de agua, sumergiéndose y presentando así un blanco que emergía de la superficie del agua tan sólo 8 pies. Esta operación tardaba unos 45 minutos y su reflotación se realizaba mediante el empleo de bombas a vapor (lo cual demoraba a su vez unas 2 horas). Tenía su artillería un alcance de 4.000 mt, con una capacidad de perforación de 6 pies.Finalizada su construcción y pruebas de máquinas, fue traído al país por una tripulación totalmente británica, contratada al efecto. En el viaje se utilizó la experiencia recogida en el traslado de su buque gemelo El Plata, pues al tratarse de una unidad eminentemente fluvial, su navegación descuidada en alta mar era considerablemente peligrosa por lo cual se le contruyeron falsas proas (con el objeto de mejorar sus condiciones marineras) y se le aumentó su capacidad de carbón (ya que su autonomía de diseño no le permitía llegar hasta el país).3El ARA Los Andes tuvo una activa participación con la Armada Argentina en sus más de 50 años de servicio,4 participando en la Expedición del Comodoro Luis Py a la Patagonia para sostener los derechos que reclamaba la Argentina en el extremo sur del continente mediante la ocupación de Santa Cruz entre otras tareas. Participó en la revolución de 1893, sublevándose al Gobierno Nacional y uniéndose a la causa de la Unión Cívica Radical por lo que se enfrentó en el Combate naval de El Espinillo a los buques ARA Espora y ARA Independencia en lo que fue el combate entre unidades acorazadas más importante del país. Continuó con sus servicios hasta 1928, año en que fue vendido y posteriormente desguazado.ARA El PlataEl monitor El Plata fue un buque de guerra de la Armada Argentina que si bien no participó en conflicto armado internacional alguno y tuvo escasa intervención en los conflictos civiles del país, constituyó una de las principales unidades modernas de su escuadra hasta la década de 1890.ARA Buenos AiresEl ARA Buenos Aires, fue un crucero de la Armada Argentina que sirvió entre los años 1896 y 1932. Fue adquirido a la firma de Sir William Armstrong a un valor de £ 383.000 luego de que la Marina Real Británica cediera su derecho de compra a la República Argentina.Siguiendo con la tendencia de los diseños de la época, su armamento consistía en una variedad de cañones de diversos calibres, siendo los principales lo 2 "Armstrong" de 203mm.Con respecto a su blindaje, ésta tenía un espesor de 126 mm. a la altura de la cubierta y 113 mm. en las pantallas de los cañones.Como todos los buques de ese entonces, se propulsaba a carbón, con sus máquinas "Compound" de 2 hélices que generaban una potencia de 17.000 HP y le permitían alcanzar velocidades de hasta 23/261 nudos.Sus depósitos de combustible tenían una capacidad de almacenaje de 1.000 toneladas, que le daban una autonomía de 5.437 millas.En oportunidad de su botadura, el 10 de mayo de 1895, la madrina del buque fue la esposa del Comodoro Martín Rivadavia.Llegó al país el 29 de abril de 1896, comandado por el Capitán Edelmiro Correa, donde posteriormente se la hicieron pruebas de máquinas y de tiro.Entre enero y febrero de 1902, participó activamente de las grandes maniobras navales realizadas aquel año. En dichas maniobras funcionó como buque insignia de la "2da División de Mar" y, comandado por el Contraalmirante Manuel José García-Mansilla, lideró la escuadra "atacante" del Río de la Plata.Tuvo una destacada foja de servicios que culminó en 1932, año en que fue radiadoARA PatagoniaEl ARA Patagonia, fue un crucero que sirvió en la Armada Argentina entre los años 1885 y 1927.Fue contruido en los astilleros del "Stabilimento Técnico di Trieste", en esa localidad del Imperio austrohúngaro por un valor de £ 100.000.1Su armamento consistía en un cañón Armstrong de 250 mm. a proa, de retrocarga y 27,5 toneladas de peso sobre cureña2 y con un sistema hidráulico de retroceso y transporte de munición; un cañón Armstrong de 150 mm. a popa, de retrocarga y 5 toneladas de peso sobre cureña; 2 cañones Armstrong de 150 mm., de retrocarga y 5 toneladas de peso, en reprisas salientes (uno a cada banda); Cuatro Armstrong de 87,5 mm; dos cañones Armstrong de 62,5 mm; cuatro ametralladoras Nordenfeldt de cuatro cañones cada una y seis ametralladoras "Gardner" de 2 cañones cada una.Con respecto a su blindaje, su aparejo era de "brick", su casco de acero con forro de madera, la torre de comando estaba blindada y toda la artillería tenía en sus piezas escudos de acero.Su combustible era el carbón, con depósitos para 350 toneladas lo que le daba un radio de acción de 3.500 millas. Su sistema de propulsión le permitía alcanzar velocidades de hasta 14 nudos.Su novedoso sistema de iluminación eléctrica contaba con dos proyectores "Careéis" y 80 lámparas "Edison" de 8 y 16 bujías en su interior.También tranportaba a su bordo dos lanchas a vapor y cinco embarcaciones a remo.El buque es botado en 1886, siendo completado ese mismo año.Finalizadas las pruebas pertinentes zarpa de Trieste el 20 de enero de 1887, llegando a Buenos Aires el 28 de febrero.En 1890 se plegó al bando revolucionario en la "Revolución del Parque", donde bombardeó la casa de gobierno los días 27 y el 28 de julio antes de ceder ante los buenos oficios de los buques extranjeros que se encontraban en la zona.Participó de las evoluciones navales de 1895.Entre enero y febrero de 1902, participó activamente de las grandes maniobras navales realizadas aquel año, formando parte de la 3ra. División de Mar comandada por el Teniente de Navío José Moneta, bajo el mando general del contraalmirante Manuel García-Mansilla. En dichas maniobras tomó parte en los ejercicios de bloqueo simulado del Río de la Plata, venciendo en el "ataque".Hacia el año 1918, se le retira todo su armamento y se lo condiciona para operar como buque de transporte. Desempeñando esta tarea, realizó sendos viajes entre Buenos Aires y Ushuaia hasta el año 1925.ARA PatriaEl ARA Patria, fue un crucero del tipo liviano o cañonero torpedero de la clase Dryad de la Marina Real Británica modificado y que sirvió en la Armada Argentina entre los años 1894 y 1927.Fue adquirido a la firma Laird Brothers y construido en los astilleros "Cammel" de la localidad de Birkenhead, Inglaterra a un valor de £ 87.000 para reemplazar a la torpedera de alta mar ARA Rosales1 (gemela de la Espora) que había naufragado frente al Cabo Polonio en 1892.2Su armamento consistía en dos cañones de tiro rápido de 120 mm. Armstrong(uno a proa y otro a popa); cuatro cañones de 65 mm. de tiro rápido Armstrong; dos cañones de 47 mm. Nordenfeldt; dos ametralladoras Nordenfeldt y cinco tubos lanzatorpedos de 45 cm. (uno fijo a proa y dos móviles a cada banda).Con respecto a su blindaje, éste era de acero y protegía el casco, la cubierta corrida, las dos chimeneas y los 15 compartimentos estancos.Su combustible era el carbón y se colocaba en sus cuatro calderas tipo "locomotora", que alimentaban sus dos máquinas de triple expansión que generaban a su vez una potencia de 3.300 HP y le permitían alcanzar velocidades de hasta 20,5 nudos gracias a sus dos hélices.El buque es botado en 1893, siendo completado en 1894.Ese mismo año zarpa de Inglaterra en noviembre y llega al país al mes siguiente.Participó de las evoluciones navales de 1895.Entre enero y febrero de 1902, participó activamente de las grandes maniobras navales realizadas aquel año, formando parte de la 2da. División de Mar comandada por el Contraalmirante Manuel García-Mansilla. En dichas maniobras tomó parte en los ejercicios de bloqueo simulado del Río de la Plata, oportunidad en que recibió un intrépido "ataque" de la torpedera Bouchard.Más tarde ese mismo año viajó al sur a la Isla de los Estados para cooperar contra la sublevación de los presidiarios del recinto de Puerto Cook, donde inica la búsqueda de los fugados al mando del Teniente de Navio Tomás Zurueta.Hacia el final de su carrera, pasó a desempeñarse como buque hidrográfico, siendo finalmente radiado en 1927 por la Orden General Nº 207 del Ministerio de Marina.

21
0
A
Alejandro Dolina mandó al descenso a River
OfftopicporAnónimo6/27/2011

EN UN RELATO DE "EL LIBRO DEL FANTASMA" Una vez más la literatura anticipó la realidad. Alejandro Dolina escribió en 1999 que River Plate se iba al descenso y Unión de Santa Fe era campeón. Hoy la realidad es muy parecida. Ya que nadie imaginaba que el flamante equipo que disputará un ascenso en la B Nacional es River, “el millonario”. Y además, Unión obtuvo el ascenso a la Primera División, lo que vale casi un campeonato, aunque no de Primera, como escribiera Dolina.El cuento en cuestión se llama "Relatores". Relatores: Los griegos creían que las cosas ocurrían para que los hombres tuvieran algo que cantar. Las guerras, los desencuentros, los amores trágicos, los horrendos crímenes, las gestas heroicas: todo tenía para los dioses impíos el único fin de proporcionar tema a los cantores. La Historia pone al alcance del menos docto centenares de ejemplos de relatos que fueron más ilustres que los sucesos narrados. Héctor Bandarelli, el relator deportivo de Flores, en sus comienzos, hizo algo que nadie había hecho antes. Siendo entreala izquierdo del equipo de Empalme San Vicente, acostumbraba relatar los partidos que él mismo jugaba. Según dicen, no era del todo imparcial en sus narraciones. Cuando se hacía de la pelota, comenzaba a elogiar su propia jugada. -Extraordinario, Bandarelli avanza en forma espectacular. Muchas veces, por elegir las palabras e impostar la voz, se perdía goles cantados. Cantados incluso por él mismo. A medida que pasaba el tiempo el relator iba superando al jugador. Algunos viejos que lo vieron jugar cuentan que pasaba la mayor parte del tiempo parado en el medio de la cancha, relatando, casi sin tocar la pelota. Finalmente fue excluido del equipo. Sin rencor ni tristeza, siguió acompañando las modestas giras del Empalme San Vicente, sólo para relatar desde un costado de la cancha el partido que jugaban sus antiguos compañeros. Lo hacía sin micrófono y sin radio, de modo que nadie lo escuchaba, salvo algún wing peregrino que alcanzaba a oír de paso su voz emocionada. Después, según se sabe, el Empalme San Vicente dejó de jugar y sus futbolistas pasaron a integrar otros equipos. Y en ese momento, cuando todo hacía sospechar la decadencia de Bandarelli, el hombre dio un paso genial: descubrió que su narración no necesitaba de un partido real. Era posible relatar partidos imaginarios, hijos de su fantasía. Parece una evolución previsible: los antiguos poetas cantaban hazañas más o menos reales. Después las inventaron. Lo mismo sucedió con Bandarelli. Y al no tener que ceñirse al rigor de los hechos ciertos, los partidos que relataba empezaron a mejorar: se lograban goles estupendos, los delanteros eludían docenas de rivales, había disparos desde cincuenta metros, los arqueros volaban como pájaros, se producían incidentes cruentos, los árbitros cometían errores perversos. Algunas veces, el relator omitía cantar un gol pero daba claves y mensajes sutiles para que el oyente descubriera la terrible existencia del gol no cantado. Aparecían, cada tanto, unas historias laterales que provocaban un falso aburrimiento, que no era sino una trampa para mejor asestar la alevosa puñalada del gol sorpresivo. Todos recuerdan el famoso partido Boca-Alumni que Bandarelli relató en un asado del club Claridad de Ciudadela. En esta obra mezcló jugadores actuales con glorias de nuestro pasado futbolístico. Los viejos hacían fuerza por Alumni, los más jóvenes por Boca. Ganó Alumni, pero en su magistral narración, Bandarelli dejó caer con toda sutileza la sensación de que los boquenses, por respeto a la tradición, se habían dejado ganar. Las audiencias de Bandarelli no siempre flueron numerosas. Algunos partidos los relató solo, en una mesa del bar La Perla de Flores, ante el estupor de los mozos y parroquianos. Pero poco a poco, los muchachones del barrio fueron descubriendo sus méritos y con el tiempo hubo quienes prefirieron escucharlo a él antes que ir a la cancha. En 1965, Héctor Bandarelli organizó su campeonato paralelo de fútbol. Todos los domingos narraba el encuentro principal, mientras un colaborador lo interrumpía para comunicar lo que sucedía en el resto de los partidos. Algunas firmas comerciales de Flores lo ayudaron a solventar los nulos gastos del certamen a cambio de avisos publicitarios. Las narraciones tenían lugar en la puerta de la casa de Bandarelli y cuando llovía, en la cocina. Hay que decir que el relator poeta nunca trabajó para ninguna emisora y jamás utilizó micrófono, salvo en la grabación que realizara del segundo tiempo de Barracas Central-Barcelona, ya en el final de su carrera. El campeonato paralelo terminó en un desastre. El artista no tuvo mejor ocurrencia que sacar campeón a Unión de Santa Fe y mandar al descenso a River, lo que irritó a muchas personas que hasta llegaron a agredir a Bandarellí. Pero todos los que saben algo del relator coinciden en afirmar que su mejor partido fue Alemania-Villa Dálmine, relatado en el Colegio Alemán de la calle José Hernández, a pedido de la Asociación Cooperadora. Ese encuentro fue un verdadero canto a la hermandad entre los hombres. Los zagueros entregaban banderines a los delanteros rivales en cada jugada. El árbitro abrazaba llorando a los futbolistas que quedaban en off-side. Los de Villa Dáinline hicieron una suelta de palomas celestes y blancas a los quince minutos del segundo tiempo para celebrar el segundo gol de la selección alemana. En el final, todos se abrazaron e intercambiaron obsequios. Un día desapareció. Algunos dicen que se mudó, o que se murió, es lo mismo. La gente volvió a preferir los partidos sonantes y contantes de la radio. Los relatores de hoy tienen la posibilidad de seguir al maestro e intentar la ficción y la fantasía en sus narraciones. ¿Por qué depender de la actuación, muchas veces mediocre, de los futbolistas? ¿Por qué no crear con la voz jugadas más perfectas? ¿Por qué no dar nacimiento a deportistas nobles, diestros y mágicos que nos emocionen más que los reales? Se puede ir más allá. Todo el periodismo podría tener un carácter fantástico y abandonar los vulgares hechos de la realidad para aludir a sucesos imaginarios: conflictos, tratados, discursos,crímenes e inauguraciones de ilusión. En este último instante comprendo que nadie me asegura que estos artistas no existen ya. Tal vez, todo cuanto uno lee en los diarios no es otra cosa que un invento del periodismo de ficción. Sin embargo, esta clase de incrdulidad conduce a sospechar la falsedad del Universo mismo. Suspendamos semejante astucia porque algunos hasta podrían pensar que el propio Bandarelli es imaginario y sus partidos sombras de una sombra. “El libro del fantasma”, de Alejandro Dolina, reeditado por Colihue en 2003 con ilustraciones de Carlos Nine.

0
0
Arma tu Lampara de Led bajo consumo
Arma tu Lampara de Led bajo consumo
Hazlo Tu MismoporAnónimo9/15/2011

Encontré este proyecto sobre como armar una lampara bajo consumo con LEDs tipo Dicroica y es espectacular, por eso quiero compartirlo, en cuanto tenga un tiempito me la voy a armar...Lo encontre buscando proyectos de electronica para armar uno mismo en en la seccion de electronica.La direccion es: Espero les sirva...El ahorro de energía en los sistemas eléctricos actuales es casi una obviedad. Las lámparas incandescentes con filamento de tungsteno han pasado a la historia y poco a poco se han ido reemplazando con las populares CFL (Compact Fluorescent Lights) o más conocidas como lámparas de bajo consumo. Tal como viene especificado en su envoltorio, este tipo de luminarias posee una determinada vida útil cuantificada en horas de uso hasta que dejan de encender y las reemplazamos por una nueva. Antes de arrojarla a los residuos, te mostramos cómo podemos armar con partes de ella una lámpara de “extra-bajo consumo” a diodos LED que pueda funcionar con la tensión de la red domiciliaria y que podemos utilizar como iluminación auxiliar para lectura o el trabajo.Cuando una lámpara de bajo consumo deja de funcionar, la miramos con mucho cariño cual si fuera una mascota que se ha muerto. ¡Es que hemos pagado buen dinero por ella al comprarla! Comparándola con las antiguas lámparas incandescentes, son 5 o 6 veces más caras. Y contemplar que ya no funcionan es un dolor para el bolsillo que sabe que debe reponerla. A pesar de esto, nos queda la posibilidad aún de desplegar toda nuestra curiosidad y al instante desarmarla para enterarnos por qué son tan caras y saber qué clase de magia hay en su interior. Destornillador o cuchillo en mano, es muy sencillo separar las partes plásticas, algo resecas por el tiempo, y los componentes internos del balasto electrónico (el circuito electrónico que permite la ignición del gas que llena el tubo), quedando al descubierto una pequeña PCB con algunos diodos, un capacitor electrolítico, un par de transistores y un pequeño transformador, junto a otros componentes discretos de poco valor.Luego de preguntarnos cuál de todos los elementos vistos es el que está recubierto en oro (por el precio de las lámparas), vamos a separar las partes que creamos útiles para nuestra futura lámpara y desecharemos aquellas que no sean necesarias. Las partes plásticas en una lámpara convencional de 6 “velas” es todo lo que necesitamos de la estructura, mientras que podemos utilizar también el puente rectificador de diodos existente en el PCB y el capacitor electrolítico. Con esos materiales, 6 LEDs de alta eficiencia y 10 milímetros de diámetro, más algunas resistencias cerámicas de 5 a 7 Watts de potencia, podemos reciclar esta vieja lámpara y crear un nuevo diseño adaptado a nuestro gusto. No vamos a inventar nada nuevo ni vamos a revolucionar el mercado eléctrico con esta construcción, pero nos tomaremos un descanso para experimentar con electrónica.Como puedes ver en la imagen superior, para soportar los seis LEDs nosotros hemos utilizado una pieza de plástico delgado (de un viejo calendario), ya que el diámetro de los orificios en la tapa plástica resultaron ser un poco más grandes (12 mm.) que el diámetro de los LEDs. Con un poco de pegamento plástico aseguramos todos las unidades y dispusimos su colocación de modo tal que el ánodo de un LED quedara contiguo al cátodo de su LED vecino y así hasta completar el círculo. Luego, soldamos los terminales para lograr un circuito serie con los seis LEDs, quedando dos extremos para la conexión: un ánodo y un cátodo. A continuación, pegamos este bastidor improvisado a la tapa superior y los LEDs quedaron firmes y asegurados. El pegamento plástico (de siliconas) es una sencilla y cómoda alternativa justificada en su uso ya que no estará expuesta a calor. Recordemos que un LED es considerado una fuente de luz fría y no debe generar temperatura.Para dar energía a estos seis LEDs conectados en serie, debemos realizar unas pocas cuentas y prácticas para saber los valores de las resistencias que tendremos que utilizar en el circuito. Este será muy sencillo (el circuito, como puedes ver en la imagen inferior) y cuenta con el puente de diodos y el capacitor electrolítico recuperados del PCB de la vieja lámpara, más tres resistencias cerámicas encargadas de adecuar la tensión de línea a la admitida por el conjunto de LEDs. Considerando que cada LED entregará su máxima capacidad lumínica a corrientes comprendidas entre 0,014 y 0,02 Amperes (14 y 20 miliamperes), la corriente tendrá un valor único a través de todos los elementos de la serie y, para las pruebas realizadas, obtuvimos un valor final de 16,3 miliamperes de promedio. Para esta corriente, muy segura por cierto para el funcionamiento de los LEDs, logramos tener un brillo muy intenso y satisfactorio. Mayores corrientes podrían ofrecernos un brillo superior, pero acortaría la vida del diodo electroluminiscente de manera dramática y lo que intentamos lograr es una lámpara de larga vida (en nuestro caso, será eterna).Para esta corriente, cada LED presentará en sus terminales una caída de tensión de 3Volts, lo que resultará en un conjunto de 18Volts en total, valor que deberá sumarse a los presentados en los diodos rectificadores del puente Br1 y en las resistencias R1-R2 y R3. El circuito podría haber sido más sencillo aún si no hubiésemos incluido el capacitor electrolítico y si hubiésemos utilizado un solo diodo rectificando media onda (un solo semiciclo). Pero el parpadeo hubiera sido algo notable según las circunstancias de uso y podría haber resultado algo molesto. Con un rectificador de onda completa y un electrolítico, este problema queda descartado. Por otro lado, colocando un par de resistencias del lado de la tensión de red, logramos atenuar los impulsos iniciales de conexión que suelen destruir los rectificadores del puente Br1 y los LEDs. Los sencillos cálculos iniciales según la Ley de Ohm nos daban un valor total de resistencia de 18 mil Ohms (18K) para obtener una corriente segura de funcionamiento, valor que en las prácticas se redujo a algo menos de 11K gracias a la colocación de R1 y R2 del lado de la tensión de red y, debido a que estas resistencias no son de carbón depositado (resistivas puras), poseen un componente inductivo que afecta el valor final de la resistencia total equivalente.Un tema muy importante a tener en cuenta en este montaje es el tamaño de las resistencias utilizadas en capacidad de disipación de potencia. Debemos tratar de usar las del tipo cerámicas de 5W para lograr un funcionamiento libre de altas temperaturas. No olvides que todo este conjunto estará ubicado dentro del receptáculo plástico donde se encuentra el casquete roscado. Todo debe “calzar” allí adentro y, si existen altas temperaturas, podría ser fatal para el desarrollo. Por lo tanto, luego de ajustar los valores de las resistencias hasta lograr un consumo de corriente como el que te mostramos en la imagen superior, deberás adecuar todo el montaje en el menor tamaño realizable y con los terminales tan cortos como te sea posible. La potencia que disipará cada resistencia vendrá dada por la fórmula de corriente al cuadrado por el valor de resistencia, que en nuestro caso es 1W de disipación para cada resistencia de 3K9 y algo más de 1/2W para la resistencia de 2K7.Por supuesto que con resistencias cerámicas de 5W, el resultado equivale a una pequeña disipación de calor que se ventila sin inconvenientes por los propios orificios que trae la base de la lámpara. El resultado final será una lámpara que consumirá aproximadamente 3,5W (0,16mA @ 220V) y obtendremos una intensidad luminosa muy agradable y útil para esos momentos en que necesitamos un poco más de iluminación para la lectura o para trabajos pequeños. Si bien el conjunto entregará un haz luminoso casi direccional, la luz aprovechable abarca una circunferencia útil importante. Este fenómeno se debe a que los LEDs de alta eficiencia poseen una apertura de haz luminoso muy estrecha (30º a 40º). Una vez ensamblado todo el conjunto (si es necesario, colocarás un poco de pegamento entre las partes), nuestra nueva lámpara estará lista para utilizarla en cualquier aplique soporte de masa o donde creamos conveniente. Este tipo de luminarias también puede utilizarse en los pasillos, entre habitaciones de una casa, o en ambientes donde se desea dejar algo de iluminación durante la noche.

94
44
S
Silvina Luna sueña con el travesti de Queijeiro
OfftopicporAnónimo7/22/2011

El increíble sueño de Silvina Luna Sorprendidos Niembro y Vignolo lograron convencerla de que revelara qué era lo que había soñado y tras mucha expectativa- que incluyó música romántica y una pantalla dividida con Queijeiro- la modelo contó lo soñado. En su rol de notera de Telefe durante la previa de los partidos de la Copa América, la bella Silvina Luna sorprendió a todos con una declaración antes del arranque del partido entre Venezuela y Paraguay. “Ayer soñé con Walter Queijeiro”, disparó la ex Gran Hermano. Sorprendidos, Fernando Niembro y el Pollo Vignolo lograron convencerla de que revelara qué era lo que había soñado y tras mucha expectativa- que incluyó música romántica y una pantalla dividida con Queijeiro- Luna contó: “Estaba en un submarino, mirando por la ventana los peces que pasaban y, de repente, se abría la puerta y entraba Walter”. Pero, para tranquilidad de la mujer del periodista, Silvina aclaró: “Pero entró al submarino en versión mujer, con pelo largo y vestimenta femenina. Así que le digo a la esposa de Walter que se quede tranquila, que después con Quijeiro nos quedábamos charlando cosas de chicas”. Fuente

2
0
C
Como limpiar tu teclado!
Hazlo Tu MismoporAnónimo11/11/2011

Ahhh cuando no nos habrá pasado. Estamos navegando por taringa, una noche tranquila, con nuestro café humeante esperando sacarnos el frío, cuando con uno de nuestros extraños movimientos chocamos la taza viendo casi en cámara lenta como su contenido va a parar directamente a nuestro preciado teclado.Como experiencia personal, aprovecho para dar un consejo :Si están tomando una bebida energética, dejenla lejos. Se me cayeron dos, en dos oportunidades diferentes y ambos teclados quedaron para tirar, no hubo limpieza que alcance. De eso se trata este artículo. De aprender a limpiar nuestro teclado del polvo que pueda quedar con el tiempo, o de lo que pueda caerse sobre el gracias a nuestros amplios reflejos corporales. Vale aclarar antes que nada, que un teclado no se arregla. Si se limpia y no funciona, vayan eligiendo otro. El primer video nos muestra como limpiar el exterior, con una espuma para limpiar teclados, para que quede como nos gusta a nosotros, bien blanquito y como nuevo. link: http://www.youtube.com/v/7zdk-DSmju4&hlAhora, si no solo lo manchaste por fuera, vas a tener que desarmarlo. Para empezar lo mejor sería sacarle un foto para poder saber después donde ubicar las letras (creanme que sino es catastrófico ), o en su defecto hacer un diagrama con ellas. Una vez tengamos listo esto, vamos a limpiar a fondo el teclado sacando todas las teclas. link: http://www.youtube.com/v/6Nl5NsPX0vg&hl

6
30
Te explico lo que es 1 Ghz
Te explico lo que es 1 Ghz
InfoporAnónimo9/8/2011

Quería hacer este post desde hace tiempo... Bueno empecemos. Primero que nada quiero aclarar que es muy simple la cosa, ya mas de uno quizás sepa este tema, pero si hay alguno que no sabe y nunca supo, que es en una PC, un procesador "de tantos Ghz". Uno puede decir: "Tengo un core 2 duo de 2.70Ghz. Ya sabemos que representa la velocidad del procesador, pero que velocidad?" Voy a dar ejemplo con los relojes de pared, de muñeca, etc (los que tienen las agujas). Estos relojes tienen 3 agujas, que se mueven cada determinado tiempo. Una aguja, se mueve cada 1 segundo, la otra cada 1 minuto, y la ùltima, es la que se mueve cada hora.. Bueno, por ahora sólo nos interesa la del segundero. Este se mueve cada 1 Hertz, Que quiero decir con esto? Que un Hertz representa "una cosa" que pasa de algo, o mejor dicho un ciclo "de algo" en un segundo, operación matemática, movimiento de algo, la frecuencia en que pasa algo, obviamente mecánico. Esto se logra mediante unas propiedades de Quarzo, pero igual no nos interesa por ahora... Como dije antes, 1 Hertz, es un ciclo de algo por segundo, 2 Hertz, son 2 ciclos de algo en 1 segundo. Así sucesivamente. dijo:Además, hay distintas magnitudes de medición, como pasa como el megabyte, gigabyte, terabyte. etc. Despues del Hertz, sigue, el kilohertz, megahertz, gigahertz, terahertz. etc. Acá tienen una tabla: omo vemos, el GigaHertz es el que nos interesa, equivale a 10 a la novena potencia, osea, que si tengo un procesador de 3ghz, sacamos 10 a la nueve, que da 1.000.000.000, eso sería en Hertz, 1 Gigahertz, bueno, por sentido común, sería 3.000.000.000 hertz, en vez de 1.000.000.000, repito, porque eso seria, 1GHZ, y yo quiero 3Ghz, Pero.. ya saque eso, y que es? Bueno, este procesador puede hacer 3.000.000.000 operaciones por segundo (una brutalidad no?) como el reloj de pared puede mover una aguja cada 1 segundo, este procesador, puede mover 3.000.000.000 agujas por segundo, o hacer 3.000.000.000 operaciones matemáticas o algebraicas en un segundo! dijo:Un truco para que no les cueste sacar las potencias, cuando sea de base 10, por ejemplo, mas atrás nos pedia sacar 10 a la novena potencia (por si alguno no lo sabe) para que no anden sacando 10 x 10 x 10 x 10... solo pongan 1 y 9 ceros, que corresponda la potencia; es decir, el 9 del exponente. Espero que les haya quedado claro, Saludos!

32
44
PosteameloArchivo Histórico de Taringa! (2004-2017). Preservando la inteligencia colectiva de la internet hispanohablante.

CONTACTO

18 de Septiembre 455, Casilla 52

Chillán, Región de Ñuble, Chile

Solo correo postal

© 2026 Posteamelo.com. No afiliado con Taringa! ni sus sucesores.

Contenido preservado con fines históricos y culturales.